"Loading..."

Masih Ada Kawasan Hutan Lindung Perum Perhutani Yang Belum Ditanami Pohon

NGAMPRAH, (PRLM).-Masih ada sekitar 4-5 hektar lahan yang belum tertanami pohon di kawasan Hutan Lindung Perum Perhutani, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Kerjasama dengan pihak ketiga dalam hal penanaman pohon dianggap bisa mengisi kekurangan tersebut.

Asisten Perum Perhutani Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Jawa Barat-Banten, Eris Mulyana, menyebutkan, secara keseluruhan, kawasan hutan lindung yang ada di bawah pengelolaan Perum Perhutani memiliki luas 4.000 ha.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 4-5 ha kawasan masih belum tertanami pohon, dan memerlukan bantuan banyak pihak untuk melakukannya.

“Pengadaan tanaman pohon tersebut akan sangat membantu kami. Bila ada pihak yang memang ingin menanamkan pohon, pihak kami akan merawatnya, karena itu menjadi bagian dari pekerjaan kami,” ujarnya di sela-sela penanaman 1.000 pohon oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), di kawasan hutan lindung Cikole, Rabu (26/6/2013).

Dia menambahkan, peran masyarakat sekitar untuk menjaga dan melestarikan alam memiliki peranan penting. Terutama bila melihat banyaknya peristiwa banjir di kawasan Kota Bandung akhir-akhir ini.

Menurutnya, hal itu merupakan dampak secara tidak langsung dari minimnya kepedulian masyarakat untuk memperhatikan kelestarian alam.

“Kita semua bertanggungjawab menjaga ekosistem alam. Kita sudah mengetahui bahwa hutan lindung dapat dimanfaatkan sebagai resapan air,” tuturnya.

Di acara penanaman 1.000 pohon tersebut, berbagai industri asuransi yang bernaung di bawah AAJI merupakan pihak yang menyalurkan pepohonan tersebut.

Ketua AAJI, Hendrisman Rahim, mengatakan, kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai salah satu rangkaian kegiatan AAJI yang diadakan tiap tahunnya. Untuk tahun ini, bentuk kegiatannya adalah penanaman pohon.

“Daerah Cikole dipilih, karena kawasan ini merupakan daerah penumpu bagi kota Bandung. Dengan banyaknya pepohonan, diharapkan bisa membantu memperbesar kawasan resapan air. Apalagi, saat ini Kota Bandung seringkali dilanda banjir,” katanya.

Dia mengharapkan, kebutuhan air untuk masyarakat Kota Bandung dapat terpenuhi bila aksi penanaman pohon terus dilakukan, disamping bencana banjir yang selalu melanda di beberapa kawasan Kota Bandung dapat teratasi.

Pohon-pohon yang ditanam pada acara itu terdiri dari empat jenis, yakni pohon damar, pohon gamelia, pohon puspa dan pohon pinus.

Dalam acara simbolisnya, sebanyak 36 perwakilan perusahaan asuransi menanamkan bibit pohon di beberapa tempat. Adapun bibit-bibit pohon yang berjumlah 1.000 telah lebih dulu ditanam.

Dia menambahkan, masyarakat diharapkan bisa merasakan dampak positif dari kegiatan tersebut, meski dampaknya itu akan terasa dalam rentang waktu yang cukup lama.
Dia mengatakan, dalam pengadaan pepohonan tersebut, masyarakat sekitar telah diberdayakan. Terutama dalam hal penyediaan bibit pohon dan pupuk organiknya yang berasal dari kotoran sapi. AAJI melalui Perum Perhutani membeli bibit serta pupuk tersebut dari masyarakat sekitar.

Dia menjelaskan, bibit yang berasal dari masyarakat diberi berkisar Rp 15-25.000. Bila dihitung dengan biaya pupuk serta biaya operasional, setiap tanaman bisa menghabiskan biaya sekitar Rp 100.000. (A-204/A-89)**

Jurnalis : A-204
Pikiran-rakyat.com | 27 Juni 2013 06:44

Share:
[addtoany]