"Loading..."

SHARE LOC: Serunya Menikmati Atmosfer Zaman Hindia Belanda di Gunung Puntang

OKEZONE.COM (20/7/2017) | Berkunjung ke Kabupaten Bandung, Jawa Barat kiranya sangat disayangkan jika Anda harus melewatkan objek wisata yang satu ini. Ya, objek wisata Gunung Puntang yang berlokasi di Desa Campakamulya, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung memang seru dengan menyuguhkan keindahan panorama alam.
Di lokasi ini juga, Anda akan dihipnotis oleh atmosfer sejarah dari puing-puing reruntuhan bersejarah yang cukup fenomenal pada masa pemerintahan Hindia Belanda berkuasa di tanah air. Anda akan dipaksa memasuki relung-relung sejarah yang membentang puluhan tahun kebelakang.

Betapa tidak, sisa reruntuhan yang sepintas kurang artifisial itu, sebenarnya memiliki nilai sejarah sangat penting yang tidak hanya bagi bangsa Indonesia akan tetapi bagi dunia. Di lokasi yang saat ini masuk ke dalam kawasan Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten tersebut, dulunya ternyata merupakan lokasi stasiun radio pertama di Tanah Air pada dekade 1920-an yang bernama Stasiun Radio Malabar.

Dilansir dari berbagai sumber, Radio Malabar yang dirancang oleh Ir. Cornelius Johannes de Groot atau yang lebih dikenal dengan Ir. C. J de Groot sekitar 1923 ini, dianggap menjadi cikal bakal perkembangan teknologi komunikasi jarak jauh di Tanah Air pada masa itu. Dari yang semula menggunakan pesan telegraf, berubah menjadi pesan suara. Bahkan, stasiun Radio Malabar pada saat itu telah mampu melakukan komunikasi dari pulau Jawa (Hindia Belanda) hingga ke negeri Belanda.

Meski sisa-sisa puing bangunan yang saat ini sebagian besarnya sudah luluh lantah, namun sisa-sisanya itu seolah tidak pernah lekang di telan zaman. Denyut kehidupan di sisa bangunan seolah masih tampak jelas mengisyaratkan bagaimana kebudayaan pemerintahan Hindia Belanda di Tanah Air saat itu.

Sebuah kolam yang oleh masyarakat sekitar lebih dikenal dengan sebutan kolam cinta yang berada tepat di puing reruntuhan bangunan utama stasiun Radio itu masih tampak kokoh berdiri. Bahkan, saluran air dari atas bukit yang mengaliri kolam tersebut, untuk salurannya masih tampak jelas terpetakan hingga ke saluran pembuangan di aliran sungai yang tidak jauh dari bangunan utama.

Bangunan utama yang berada di kaki gunung Malabar ini, disokong oleh bangunan-bangunan lainnya yang keberadaannya masih di sekitaran objek wisata gunung Puntang. Dimana saat ini sama-sama telah menjadi puing-puing reruntuhan semata.

Objek wisata gunung puntang yang berada di kaki gunung Malabar ini, selain menyuguhkan wisata sejarah, juga menyuguhkan sejumlah objek wisata lainnya. Gunung Malabar yang memiliki ketinggian 2.343 meter di atas permukaan laut (MDPL) ini juga memiliki sebuah puncak yang dinamakan puncak Mega.

Sumber : okezone.com

Tanggal : 20 Juli 2017