"Loading..."

2011, Perhutani-Inhutani Dilebur

Tahun depan, pemerintah berencana melebur dua BUMN di sektor kehutanan menjadi satu. Dua BUMN itu adalah Perum Perhutani dan PT Inhutani. Hal tersebut diungkapkan Menteri BUMN, Mustafa Abubakar, dalam BUMN Executive Breakfast Meeting di Auditorium Kementerian Kehutanan, Kamis (18/11).
“Mudah-mudahan 2011 (holding-nya) jalan, jadi nanti lima Inhutani dan satu Perhutani akan jadi satu payung. Misalnya, Perhutani jadi regional manager, dan Inhutani jadi eksekutifnya.” Ia menjelaskan, Perhutani dan Inhutani akan dilebur karena selama ini Inhutani belum bekerja optimal. Peleburan perusahaan kehutanan ini juga sejalan dengan program green economy (pembangunan ekonomi “berwawasan lingkungan) yang diusung pemerintah. “Jadi, nanti pengusaha juga sekaligus jadi pelaku pelestarian alam.”
Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan, sependapat dengan Mustafa. Menurut dia, sinergi antara Perhutani dan Inhutani bisa mengoptimalkan fungsi BUMN di sektor kehutanan itu, tak hanya di Pulau Jawa tapi juga di Sulawesi dan Kalimantan. Optimalisasi fungsi, menurut dia, perlu dilakukan mengingat saat ini pemerintah mendorong rehabilitasi kawasan hutan secara besar-besaran. Hal itu juga dilakukan agar penanaman pohon dapat dilakukan secara tertata dan tidak sporadis serta menjaga pemeliharaan pohon.
Keanekaragaman Hayati
Terkait keanekaragaman hayati (biodiversity), Mustafa mendorong pembentukan konsep proyek yang matang untuk selanjutnya dibahas bersama dan dapat menarik investor. “Jika konsepnya sudah utuh, kita akan tawarkan investasi ke swasta melalui PPP (public private partnership/kemitraan pemerintah dan swasta) karena kita tidak mungkin mengembangkan megaproyek ini sendiri.”
Pengembangan proyek keanekaragaman hayati ini, menurut Mustafa, akan menciptakan peluang bisnis, menambah nilai hutan Indonesia, dan pengembangan hutan. Zulkifli menambahkan, untuk mendukung rehabilitasi hutan, pengembangan proyek keanekaragaman hayati di taman nasional juga terus didorong denganluas 100 ribu hektare. Taman nasional yang direncanakan menjadi lokasi proyek biodiversity, antara lain Kerinci, Halimun Salak, Way Kambas, dan Bukit Soeharto. Zulkifli pun mendorong perusahaan yang beroperasi di sekitar taman nasional dapat membantu mensponsori rehabilitasi hutan.
Sementara itu, program penanaman satu miliar pohon di lingkup BUMN telah mendapat dukungan dari 43 BUMN. Ke-43 BUMN itu berkomitmen mendukung program tersebut dengan 13 juta pohon. Khusus untuk program ini, Perhutani berkomitmen menanam 100 juta pohon dan Inhutani 120 juta pohon. “Sinergi ini diharapkan dapat ditumbuh kembangkan ke depan sehingga green economy dapat diwujudkan secara nyata, terutama di lingkup BUMN,” kata Mustafa. Untuk mendukung program penanaman satu miliar pohon itu, sambung Zulkifli, pihaknya telah memiliki anggaran Rp 3 triliun yang bersumber dari APBN dan Rp 2,6 triliun dari Badan Layanan Umum. ed wachidah handasah.
Nama Media : REPUBLIKA
Tanggal : Jumat, 19 Nopember 2010
Penulis : Yogie Respati

Share:
[addtoany]