"Loading..."

95% Tanaman Sagu di Papua Alami Tidak Dimanfaatkan

Metrotvnews.com, Sorong Selatan: Papua merupakan daerah penghasil tanaman sagu terbesar di dunia. Seluas 1,2 hektare (ha) tanaman sagu tumbuh di tanah Cenderawasih ini.
Konsultan ahli sagu Perhutani Nadirman Haska mengatakan dari total 2,2 ha tanaman sagu di dunia, 1,4 ha tanaman sagu tumbuh di Indonesia.
“Hampir 50 persen lebih, 1,2 juta ha (sagu) ada di Papua dan Papua Barat,” kata Nadirman, di pabrik sagu Perhutani, Distrik Kais, Sorong Selatan, Papua Barat, Kamis (31/12/2015).
Namun, kekayaan alam tanaman sagu tersebut belum mampu dimanfaatkan oleh masyarakat. Padahal, sebagian besar tanaman sagu yang tumbuh adalah alami tumbuh tanpa ditanam manusia.
“Ada 95 persen sagu alami yang tidak dimanfaatkan, hanya lima persen yang hanya dimanfaatkan,” ucap dia.
Selain itu, kata dia, tanaman sagu merupakan tanaman asli Indonesia. Sejak awal pun masyarakat makan dengan sagu sebelum akhirnya beras datang pada zaman Hindu.
“Kalau ada orang Jawa sedang makan apa? Makan sego, nah itu artinya sagu. Kalau Jawa Barat bilangnya sangu, itu dari sagu,” ujar dia.
Sejauh ini, kata Nardiman telah ada pabrik pengolah sagu di beberapa wilayah di Indonesia. Tetapi, masih dalam skala kecil.
“Kecil banyak, di Riau itu Kabupaten Meranti ada, jadi ada sekitar 78 pabrik kecil. Kapasitas mereka hanya antara 5-20 ton per hari. Itu sudah bagus teknologinya,” kata dia.
Untuk pabrik besar, kata Nadirman hanya terdapat tiga. Pertama, pabrik Agro milik Sampoerna Grup yang berada di Pulau Tebing Tinggi, Selat Panjang, Riau. Kedua, pabrik ANP yang berada di Saga, Sorong Selatan, Papua Barat. Terakhir, pabrik sagu Perhutani yang berada di Distrik Kais, Sorong Selatan, Papua Barat.
“Tapi mereka semua mengadopsi teknik sini (pabrik sagu Perhutani). Mereka enggak bisa sebesar kita. Kalau menurut saya luasnya mereka hanya separuhnya dari sini,” pungkas dia.
AHL
Sumber : metrotvnews.com
Tanggal : 31 Desember 2015

Share:
[addtoany]