"Loading..."

Administratur Perhutani KPH Jatirorogo akan membayar sayembaranya

LENSAINDONESIA, Tuban : Sepak terjang Parto Sukiran (45), sejak 2011 lalu membuat aparat keamanan kewalahan, Hingga disayembarakan. Siapa yang berhasil mnenagkanya akan mendapat hadiah 25 juta rupiah.

Sayembara itu dikeluarkan oleh Administratur perhutani KPH Jatirogo. Sebab Parto Sukiran, warga Desa Sidonganti, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban ini, dalam melakukan penjarahan hutan selalu membawa ratusan orang, sehingga aparat kemanan hutan, atau Polhut tak pernah mampu mencegah, ketika mereka menebang hutan.

Kini sang biang kerok kerusakan hutan di beberapa wilayah pemangku hutan di Tuban itu telah tergeletak di Rumah Sakit R.Koesma Tuban, akibat tertembak aparat, saat dia dan komplotannya kembali nyatroni hutan di Parengan.

Nah, yang menjadi pertanyaan sekarang, siapa yang berhak mendapat hadiah tersebut setelah gembong blandong (Sebutan untuk penjarah hutan di Tuban) tersebut, kini telah bisa dilumpuhkan.

Administratur Perhutani KPH Jatirogo, Amas Wijaya saat dikonfirmasi, Senin (7/10/2013), menegaskan sayembara yang pernah diumumkanya akan ditepati. “Sayembara itu sejak 2012. Karena kita tidak ingin negara dikalahkan dengan preman,” tegasnya.

Soal siapa yang berhak mendapat hadiah, Anas masih akan berkoordinasi dengan Polres Tuban. teknis pemberian dan akan “Saya belum koordinasi dengan pak Kapolres,” imbuhnya.

Di kawasan hutan KPH Jatirogo, komplotan Parto Sukiran sejak Januari 2011 sampai September 2013 sudah menjarah 16 ribu pohon jati, dengan nilai kerugian mencapai Rp. 16 milyar lebih.

Parto Sukiran, terkenal ganas dan tak segan-segan melawan petugas saat melakukan aksinya menebang pohon jati di hutan Tuban. Bahkan dalam aksinya beberapa hari lalu sempat menyandera 4 petugas perhutani sebelum menebang 16 pohon jati berumur 60 tahun.

Komplotan ini bersama 300 orang anggotanya, Minggu (7/10/2013) kembali menjarah hutan petak 8 A, Perhutani RPH Guwoterus, BKPH Mulyoagung, KPH Parengan. Saat dihalau petugas, mereka melawan. Akhirnya 7 orang ditembak petugas, 3 diantaranya berhasil diamankan.

Ketiganya termasuk Parto Sukiran (45), Darkum (23) dan Tono (30), mereka warga Desa Sidonganti, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban. Sedangkan Ks, Dr, Yd, Rn yang juga tertembak berhasil kabur. seorang lagi berinisial YD dikabarkan tewas.@muhaimin

Editor : Suyono
Lensa Indonesia Online | 08 Oktober 2013 | 06.15 WIB

Share:
[addtoany]