Amanah Githa Masih Percaya dengan Pesona Unitlink

Pamor unitlink ternyata masih ampuh bagi pemain asuransi baru. Lihat saja, Asuransi Jiwa Syariah Amanah Jiwa Giri Artha (Amanah Githa). Pemain anyar asuransi syariah ini akan mengandalkan unitlink agar bisa bersaing di industri asuransi. Amanah Githa menargetkan, kontribusi unitlink sebesar 60% dari total premi, sedangkan asuransi pendidikan 20%, sisanya dari asuransi kumpulan.
Azwir Arifin, Direktur Utama Amanah Githa, mengakui tahun lalu pamor unitlink merosot, terbukti dengan kontribusi premi baru yang kalah besar dibandingkan asuransi tradisional. Namun di bisnis asuransi syariah, unitlink masih dapat diandalkan. Belum banyak pemain yang terjun di syariah.
Hingga kini hanya ada em- pat perusahaan asuransi syariah. Bandingkan dengan konvensional yang jumlah pemainnya sangat banyak. Selain itu, dari segi bisnis, syariah lebih menjanjikan. “Alokasi investasi unitlink kami berbasis syariah, ini keunggulan kami,” kata Azwir, saat perkenalan resmi Amanah Githa, Rabu (23/1).Unitlink andalan Amanah Githa adalah Amar Invest Link. Produk ini menyasar peserta pelatihan ESQ Training milik Ary Ginanjar, yang merupakan salah satu pendiri asuransi ini.
Pelatihan ini memiliki 1,2 juta peserta. Belum termasuk pelatihan setiap bulan yang diperkirakan diikuti 10.000 orang. “Selama ini peserta training banyak belum terlindungi asuransi dan belum paham sehingga potensinya sangat besar,” terang Ary.
Finaldi Sj.K Haznam, Direktur Amanah Githa, menambahkan, ada tiga pilihan di produk unitlink, yaitu Artha Stabil, Artha Ekuitas dan Artha Berimbang. Strategi investasinya dengan penempatan di deposito 60%, reksadana 15%, saham 10% dan sukuk 10%. Sisanya di portofolio lain, seperti penyertaan dana.
Meski pemain baru, Amanah Githa membidik imbal hasil sebesar 7,48%. “Kelihatannya kecil tapi itu sudah lebih besar dari suku bunga deposito,” ujar Finaldi.
Asal tahu saja, awal pendirian perusahaan memiliki modal Rp 80 miliar. Dapen Perhutani memberi dana Rp 76 miliar dan Ary sekitar Rp 4 miliar. Target premi pada tahun pertama sebesar Rp 150 miliar Dari nilai tersebut, target ujroh (fee) Rp 30 miliar.
Amanah Githa akan membuka tiga kantor cabang di Surabaya, Jawa Timur, Bandung, Jawa Barat dan Semarang, Jawa Tengah. Tiga wilayah ini dibidik, karena terdapat kota-kota yang menjadi lokasi perkebunan milik Perum Perhutani. Feri Kristianto  

Kontan hal.11 ::: 26 Januari 2013