"Loading..."

Berburu Sinar Matahari di Bukit-bukit Eksotis di Banyumas

MERDEKA.COM (4/9/2017) | Wilayahnya yang berada di selatan Gunung Slamet dan dibelah oleh Sungai Serayu membuat Kabupaten Banyumas dikenal dengan keindahan alamnya. Topografi alam seperti hutan, perbukitan, ngarai, lembah, sungai menjadi dinding pembatas yang menakjubkan.

Sebagai daerah wisata, Banyumas ternyata tidak hanya memiliki objek wisata Baturraden saja. Nah, dari hasil penjelajahan baru-baru ini, ternyata kabupaten ini memiliki sejumlah lokasi favorit untuk menikmati pemandangan alam, terutama bagi para pemburu sunrise dan sunset.

Lokasi pertama yang cukup populer yakni Bukit Tranggulasih di Desa Windujaya, Kecamatan Kedungbanteng. Letaknya hanya sekitar satu jam 30 menit perjalanan dengan menggunakan kendaraan bermotor, ke arah barat Lokawisata Baturraden.

Bagi para pelancong, bukit di kawasan seluas 6,7 hektare tersebut sangat indah ketika sore dan pagi hari. Pada malam, dari area puncak akan terlihat panorama kota Purwokerto di kejauhan. Alam pegunungan dan kota Purwokerto di bawahnya akan terlihat indah saat diabadikan.

Di beberapa titik, wisatawan bisa berfoto dengan panorama menawan. Di tempat ini juga disediakan area untuk berfoto selfie dan berkemah.

“Pengunjung yang datang rata-rata nge-camp. Mereka ingin menikmati pemandangan pada malam hari dan juga saat matahari terbit,” kata Ketua Kelompok Sadar Wisata Windujaya Waryo.

Awalnya, bukit ini hanyalah sebuah lahan terbuka milik warga setempat yang ditanami kopi. Setelah foto-foto lanskapnya tersebar di media sosial, masyarakat membentuk kelompok sadar wisata untuk mengelola tempat ini sebagai kawasan wisata.

Lokasi kedua, yakni Bukit Badar di Desa Tumiyang, Kecamatan Kebasen. Bukit yang juga dikenal dengan nama Watu Meja ini dikelola oleh KPH Banyumas Timur dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan. Objek wisata ini cukup mudah dituju dengan kendaraan pribadi.

Dari arah pasar Patikraja, pelancong bisa menuju ke arah selatan di Kecamatan Kebasen. Setelah memarkirkan kendaraan di areal parkir Desa Tumiyang, pengunjung harus berjalan kaki sekitar 30 menit untuk mencapai puncak bukit yang dikenal dengan nama Watu Meja ini.

Di punggung bukit terdapat sebuah batu seukuran meja makan. Panorama jembatan kereta api, perbukitan, sawah, lembah dan kelokan aliran Sungai Serayu menjadi tawaran menarik untuk memanjakan mata.

“Bukit Badar atau Watu Meja ini kami kelola dengan konsep memberdayakan masyarakat di sekitar hutan. Jadi mereka juga bisa merasakan manfaat ekonominya, tidak hanya dari pendapatan karcis masuk, tapi juga warung dan aktivitas lainnya,” ujar Junior Manager Bisnis, Perhutani KPH Banyumas Timur, Sugito.

Sumber : merdeka.com

Tanggal : 4 September 2017