"Loading..."

Bisnis Bunga Anggrek Berpotensi Kembali Marak

Pikiran Rakyat, Bandung: Pengembangan kembali agribisnis dan hobi florikultur bunga anggrek dinilai potensial dilakukan di Jawa Barat sebagai salah satu upaya mendorong ikon pariwisata, ekonomi, dan lingkungan. Penjajakan dilakukan Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat-Banten dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Jawa Barat yang mencoba mengembangkan kembali sejumlah jenis tanaman anggrek.

Administratur Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara Perum Perhutani Wismo Tri Kancono, Kamis (3/12/2015), mengatakan, salah satu lokasi yang dijajaki untuk dikembangkan di Bandung utara adalah kawasan hutan Cikole, Kecamatan Lembang. Ada investor yang berminat, tetapi sedang dikaji dan diproses bersama oleh Kantor Divisi Regional Jawa Barat-Banten Perum Perhutani.

Secara terpisah, Kasi Humas Divre Jawa Barat-Banten Perum Perhutani Ade Sugiharto menyebutkan, penjajakan pengembangan florikultur anggrek di hutan Cikole merupakan salah satu upaya memunculkan kembali ikon florikultur di Jawa Barat. Soal pelaksanaannya apakah dilakukan secara kerja sama dengan investor atau dimitrakan dengan teknis lain, misalnya dengan masyarakat desa hutan, masih dalam pembahasan.

Namun, diakuinya, ada masukan bahwa Perum Perhutani pun sebaiknya dapat mengembangkan sendiri florikultur tanaman anggrek di kawasan Cikole. Paling tidak, mencoba memunculkan ikon kuat kawasan hutan Bandung utara, terutama Cikole, bisa menjadi ikon wanawisata anggrek mengusung peran Perhutani.

Disebutkan, kawasan utara Bandung selatan dinilai masih memiliki iklim yang mendukung bagi pengembangan populasi bunga anggrek. Apalagi, kawasan tersebut memang menjadi salah satu tujuan utama para wisatawan yang meminati kawasan hutan sebagai lokasi wisata alam.

Kasi Tanaman Hias Dinas Pertanian Tanaman Pangan Jawa Barat Adang menyebutkan, salah satu kawasan yang dicoba dikembangkan kembali agribisnis tanaman bunga anggrek di Jawa Barat adalah di Karawang. Jika digencarkan dapat memunculkan kembali kegairahan masyarakat memelihara ataupun melakukan agribisnis bunga-bungaan, khususnya bunga anggrek yang dikenal dan memuncak namanya pada tahun 1995 lalu.

Tanggal : 4 Desember 2015
Sumber : Pikiran Rakyat

Share:
[addtoany]