"Loading..."

Diminati, produk minuman lidah buaya LMDH KPH Malang

Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) Pusat menyambangi kawasan hutan Perhutani KPH Malang (8/3) dalam rangkaian acara sosialisasi dan promosi potensi wisata alam yang diselenggarakan Pusat Humas Kementerian Kehutanan. Perhutani KPH Malang menyambut rombongan Bakohumas yang terdiri dari pejabat kehumasan instansi pemerintah di lokasi wisata air terjun Coban Rondo.

Pada lokasi wisata tersebut, rombongan disuguhi atraksi wisata campur sari dan aneka produk industri Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) hasil kemitraan Perhutani. Peserta Bakohumas sangat antusias mencicipi minuman lidah buaya dan susu sapi, mereka juga langsung memborong keripik singkong dan cincau.

Selain lokasi wisata Coban Rondo, Perhutani juga mengajak peserta yang berjumlah 80 orang untuk melihat tanaman tumpang sari kopi di bawah tegakan pinus pada Petak 84K, RPH Pujon Selatan, BKPH Pujon, KPH Malang. Tanaman tumpang sari kopi yang merupakan sistem pengelolaan sumberdaya hutan, dengan pola kolaborasi yang bersinergi antara Perhutani dan masyarakat desa hutan (PHBM).

Menurut Ketua Bakohumas Pusat James Pardede, “Tugas Bakohumas adalah memperlancar arus kebijakan infomasi pemerintah, Perum Perhutani sebagai BUMN Kehutanan telah membuktikan dengan membangun komunikasi dan kolaborasi yang baik dengan masyarakat desa hutan, sehingga mendorong masyarakat menjadi mandiri dan hutan lestari.”

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 14.00 WIB, peserta bergegas menuju bus dan melanjutkan perjalanan menuju Taman Nasional Gunung Bromo Tengger dan Semeru Kementerian Kehutananan. Sebelum berpamitan Ketua Bakohumas Pusat menyampaikan terima kasih kepada Administratur KPH Malang, Affandi yang telah memberikan sharing pengalaman bagaimana mengelola hutan. “Menurut kami sangat positif justru dari segi Kementerian Komunikasi dan Informasi ingin berinteraksi dengan Perhutani seumpama ada informasi yang ingin kita kirimkan melalui Perhutani untuk masyarakat,” ujar James ramah sambil menyalami satu persatu petugas Perhutani. (Humas Perhutani/Mar)

Share:
[addtoany]