"Loading..."

Dorong Pariwisata Jember, Perhutani Prioritaskan Buka 18 Destinasi Wisata Baru

RRI.CO.ID (8/4/2017) | Perum Perhutani KPH Jember akan membuka sekitar 18 destinasi wisata baru yang siap dikelola mulai tahun 2017 ini.

Pembukaan destinasi wisata baru itu diharapkan mampu menambah dan mendorong bangkitnya sektor pariwisata di Kabupaten Jember, sekaligus meningkatnya taraf perekonomiaan masyarakat.

“program prioritas Perhutani untuk tahun 2017 ini adalah mendukung pemerintah daerah dalam menjadikan Jember kota wisata, oleh karenanya ada 15 sampai 18 titik wisata baru yang akan kita buka, mudah-mudahan per hari raya Idul Fitri tahun ini sudah bisa ada yang menjadi alternatif kunjungan wisata disamping obyek wisata yang telah ada,” ujar Kepala Perum Perhutani KPH Jember, Karuniawan Purwanto Sanjaya ketika ditemui RRI, Sabtu,(8/4/2017).

Menurut Karuniawan, untuk tahap awal pihaknya telah siap untuk membuka sejumlah titik destinasi wisata baru diantaranya Tancak Guling, Rowo Cangak, SD 88, wisata Paralayang Mumbulsari dan sejumlah obyek wisata alam lainnya yang akan dibuka dan dikelola bersama masyarakat.

“Dengan dibukannya destinasi wisata alam ini,maka diharapkan upaya pemerintah daerah yang menginginkan pembangunan dari pinggiran bisa terwujud, dengan wisata ini juga bisa membangkitkan perekonomiaan masyarakat desa karena mereka bisa menyediakan parkir untuk desa, rumah makan, lokasi parkir ataupun penyedia jasa-jasa lain dengan memberdayakan masyarakat,” terangnya.

Pihak Perhutani berharap program skala prioritas dalam dunia pariwisata itu bisa direspon dan mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Jember dengan menyedikan fasilitas penunjang lain seperti pembangunan fasilitas jalan, pemasangan JPU, maupun untuk penerapan insentif pajak dalam pengelolaan destinasi wisata tersebut.

“saya juga pelajari masalah insentif pajak contohnya seperti di Kota Batu dan Kabupaten Malang itukan berdekatan, pajaknya untuk wisata di Kota Batu itu hanya 10 persen yang dikabupaten Malang pajaknya 20 persen, itulah kenapa Kota Batu lebih menarik investor berinvestasi.akhirnya pariwisata disana justru menjadi Icon, Kota Wisata Batu (KWB) kita juga berharap nantinya juga ada KWJ ( Kota Wisata Jember) yang didalamnya ada JFC, festival, kuliner, dan berbagai obyek wisata yang disajikan kepada wisatawan,” tandasnya.

Dengan demikian, Karuniawan optimis geliat ekonomi masyarakat maupun pemerintah daerah akan jauh lebih meningkat sekaligus mampu berkompetisi dengan kabupaten lain seperti Banyuwangi dalam mengembangkan dunia pariwisata yang ada. (Gan/Ar3)

Sumber: rri.co.id

Tanggal: 8 April 2017