"Loading..."

Dukungan Pertamina untuk Pelestarian Satwa

Sebagai perusahaan besar, dengan laba US$2,9 miliar pada tahun lalu, PT Pertamina (Persero) menyadari betul pentingnya kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. Kepedulian yang dibuktikan lewat beragam bentuk kegiatan sosial atau yang dikenal dengan istilah corporate social responsibility (CSR).

Pertamina menyadari bahwa CSR dapat membuat kepentingan dunia usaha dan komunrtas berjalan beriringan, tak saling mengabaikan. Salah satu dari berbagal bentuk kepedulian Pertamina terhadap lingkungannya adalah Ikut melestarikan Rusa Jawa yang terancam punah. Untuk membuat program ini berhasil. Pertamina menggandeng Institusi lain yang memahami seluk beluk Rusa Jawa yakni Perum Perhutani.

Pertamina dan Perhutani membuat penangkaran di sejumlah tempat untuk Rusa Jawa. Tentunya lokasi yang dlplilh sebagal tempat penangkaran telah diteliti kelayakannya. Untuk itu. Pertamina juga menggandeng sejumlah Institusi perguruan tinggi yang memiliki kapabilitas dalam menilai lokasi yang tepat bagf penyelamatan hewan yang nyaris punah tersebut.

Memang sepintas. Rusa Jawa sepertinya tidak terkait lanjung dengan bisnis utama Pertamina yakni minyak bumi. Namun, Pertamina yakin bahwa keberagaman hewan dan tumbuhan yang ada dl berbagal hutan dl Nusantara tak boleh diabaikan, karena para penghuni hutan inilah yang membuat hutan kfta menjadi kaya dengan berbagal sumber daya.

Sebagian Rusa Jawa dipelihara dl Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Parengan, Bojonegoro, Jawa Umur. Untuk memastikan satwa tersebut mendapatkan penanganan yang tepat, kegiatan penangkaran Rusa Jawa dilakukan deh ada perawat yang didampingi oleh para ahli.

Tak Pandang Bulu

Tak hanya menggandeng institusi besar seperti Perhutani dan perguruan tinggi, Pertamina Juga memberikan dukungan kepada para Individu yang berkomitmen dalam menjaga lingkungan mereka.

Dukungan itulah yang diperoleh Herawati Soekardl, seorang dosen dl Lampung.

Herawati dikenal sebagal doktor kupu-kupu karena kegigihannya menanami berbagal Jenis tanaman dl lahannya sendiri untuk ‘memanpng’ beragam Jenis kupu-kupu singgah.

Taman yang terletak di kawasan Gunung Betung, Lampung Itu dikenal dengan sebutan Taman Kupu-kupu Gtta Persada. Taman itu memang dimaksudkan untuk melestarikan keanekaragaman kupu-kupu lokal khas Sumatra. Dan kecintaannya pada kupu-kupu membuat lahan hutan Gunung Betung yang sebelumnya kritis, menjadi hijau kembali.

Gunung Betung adalah bagfan dari kawasan hutan konservasi yang berda dl wilayah Bandar Lampung dan Lampung Selatan. Perambahan hutan yang klan masif oleh masyarakat pada awal era reformasi membuat 70% kawasan tersebut gundul.

Inilah yang membuat Pertamrna tak berpikir dua kali saat Herawati mengajukan proposal untuk memperbanyak jenis tanaman Inang bagi larva (ulat yang akan menjadi kupu-kupu). Pertamina memberikan bantuan untuk penanaman 12.000 tanaman inang larva.

Pertamina tentu saja menerima konsep yang disodorkan oleh Herawati, karena menanam pohon memang tidak sekadar diartikan sebagal upaya menghijaukan hutan saja. Upaya yang dilakukan Herawati adalah untuk memperhatikan kelangsungan rantai makanan, yang otomatis menjadikan hutan sebapl tempat konservasi keanekaragaman hayati.

Kehadiran rumah panggung di kawasan taman kupu-kupu milik Herawati, yang dijadikan tempat untuk menyambut tamu dan belajar anak-anak, membuat taman Itu tak hanya bermanfaat bagi alam, tetapi juga memberikan pendidikan tak ternilai bagi masyarakat sekitarnya. Mereka belajar langsung pada alam.

Dari awalnya hanya tujuh jenis tanaman dan kupu-kupu, kfnl Taman Kupu-kupu Gtta Persada telah memiliki lebih dari 170 Jenis kupu-kupu Sumatra dan tanaman Inangnya.

Tbk hanya berkontribusi bagi alam dan pendidikan, keberadaan Timan Kupu-kupu Glta Persada Juga memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Herawati mengajak masyarakat setempat membudidayakan tanaman Inang bagi larva yang akan dibelinya.

Kini lebih dari 20 kepala keluarga di sekitar Gunung Betung, aktif membudidayakan tanaman Inang larva, sebagal lapangan kerja baru. Tak lagi membabat hutan.

Bagi Pertamina, perusahaan beraset US$49,34 miliar, dukungan akan selalu diberikan kepada siapa saja yang menebar kebalkan bagi lingkungannya. Bukan hanya institusi besar. Pertamina juga menggandeng para IndMdu yang memiliki komitmen untuk pembengunan masyarakat berkelanjutan.

Sumber  :  Bisnis Indonesia, Hal. 7
Tanggal  :  5 Juni 2014

Share:
[addtoany]