"Loading..."

Elite PAN Panen Padi Di Purwakarta

Partai Amanat Nasional (PAN) menggelar panen raya di Desa Wanawali, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat, kemarin. Sekitar dua minggu lalu, PAN telah menggelar panen raya varietas padi unggulan di daerah Jawa Tengah. Tapi jika pada panen di Jawa tengah yang turun hanya Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN Taufik Effendi, maka dalam panen raya di Purwakarta, kemarin, Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa yang hadir. Dia didampingi Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan.

Dalam acara ini Hatta yang juga menjabat Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian dan Zulkifli yang kini menjabat Menteri Kehutanan (Menhut) secara simbolis didaulat melakukan panen. Dengan mengenakan topi caping dan sepatu boots, kedua Menteri berkesempatan langsung memanen padi varietas Inpago di Blok 99C di Resor Cijangkar, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Cipeundeuy, Purwakarta hasil garapan 39 orang Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dari lahan milik Perum Perhutani dengan perkiraan produksi panen sekitar 3,5 ton per hektar.

Di sela-sela acara Hatta mengatakan, pemanfaatan hutan yang merupakan bagian dari Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K) itu bisa membuahkan hasil memuaskan. “Saya berharap panen bagian GP3K ini sukses. Karena pemerintah dalam menjalankan program kemitraan ini akan membuka 100 ribu hektar lahan persawahan baru,” ujar Hatta. Pasalnya, jelas Hatta, dengan kesuksesan program GP3K, maka akan tercipta suatu sinergi yang menguntungkan bagi meningkatnya kesejahteraan para petani.

“Jadi hasil padi bisa dibeli oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) dan bersamaan masyarakat akan terlindungi serta lahan bisa optimal dan tidak mengganggu program Perhutani,” kata dia. Sementara Zulkifli menyatakan, adanya kegiatan panen ini merupakan indikasi nyata adanya kontribusi nyata dari sektor kehutanan terhadap peningkatan produksi pangan.

“Hal semacam ini akan terus digalakan agar target surplus beras akan tercapai,” katanya. la mengungkapkan, hingga saat ini tercatat hampir 6 juta hektar yang dimanfaatkan unruk tumpangsari. “Terbukti hasilnya 9 juta ton per tahun untuk padi dan sejenisnya seperti kacang dan jagung,” katanya. Dalam kesempatan itu, diberikan juga sejumlah bantuan antara lain bibit pohon dan Kredit Usaha Rakyat. ?

Rakyat Merdeka :: 26 Maret 2012, HAL 5

Share:
[addtoany]