"Loading..."

Gua Batu Karang di Majalengka, Objek Wisata Baru untuk Penggila Selfie

PIKIRAN-RAKYAT.COM (21/5/2017) | Ada destinasi wisata alam baru di Majalengka yang tak kalah menarik dibanding wisata alam lainnya. Objek wisata tersebut adalah Gunung Batu Karang yang letaknya di Blok Pancurendang Landeuh, Kelurahan Babakanjawa, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka.

Objek wisata alam tersebut, menurut keterangan pengelolanya, Omo, baru dibuka sekitar empat bulan lalu setelah terilhami banyaknya objek wisata alam yang menyediakan panorama indah. Kini banyak wisatawan yang kembali ingin menikmati keindahan alam.

Di objek wisata batu karang itu terdapat gua di bawah bebatuan yang cukup besar. Konon, gua alam itu pernah digunakan sebagai tempat para pejuang kemerdekaan untuk mengatur strategi dan tempat berlindung dari hantaman tentara Jepang serta Belanda.

”Dulu, kabarnya pasukan yang dipimpin pahlawan perang dari Majalengka, Emen Slamet berlindung di gua tersebut dan mereka mengatur strategi perangnya di sana,” ujar Emis, salah salah seorang warga sekitar.

Gua tersebut punya panjang kurang lebih 30 meter, membentang dari timur ke barat. Di beberapa titik gua, luasnya cukup untuk berdiri. Ada pula area terbuka sehingga bisa pengunjung bisa melihat ke atas. Sementara di bagian lainnya terdapat area yang sempit dan pengunjung pun harus merangkak melewatinya.

Bagi yang kondisi fisiknya lemah, memasuki gua tersebut akan terasa cukup melelahkan karena di beberapa tempat harus naik turun meniti tangga dan merangkak, atau sesekali melompat dari batu ke batu lainnya.

Akan tetapi, pengunjung tak perlu takut untuk masuk karena di sana, pengelola menyediakan pemandu yang selain bertugas menjaga keselamatan juga memawa lampu penerangan karena ada beberapa tempat di dalam gua yang sangat gelap.

Setelah keluar dari gua, pengunjung bisa menikmati keindahan alam di Kadipaten dan Jatiwangi. Kelokan sungai Cimanuk, serta Cilutung tampak jelas terlihat dari ketinggian bukit batu karang tersebut. di sisi barat, tampak pemukiman warga Sumedang yang ada di kaki bukit serta tengah bukit. Sejumlah alur sungai juga terlihat terlihat jelas. Di sisi selatan, bukit-bukit hijau berjejer.

Di loaksi wisata, terdapat banyak batu bertumpuk dengan ukuran besar seolah batu tersebut sengaja ditata. Padahal mustahil hal itu dilakukan karena ukurannya yang terlampau besar. Diameter batu rata-rata 2 X 2 meter, bahkan ada yang lebih besar. Karena besarnya batu-batu tersebut, pengunjung bisa berfoto dengan latar panorama alam yang indah.

Setelah puas berfoto dan bertualang di gua, pengunjung bisa beristirahat di bawah rindangnya pepohonan pinus. Objek wisata Gunung Batu Karang berada di sekitar perkebunan pinus yang usianya sudah tua.

Penglola menyediakan tempat beristirahat berupa bangku-bangku yang terbuat dari kayu. Jika pengunjung membawa makanan sendiri, bisa menikmati makananya di meja yang juga terbuat dari papan. Ada pula gubuk yang cukup nyaman.

Bagi yang tidak membawa makanan, di sana sudah tersedia warung jajanan makanan ringan serta minuman.

Untuk mencapai objek wisata di Majalengka itu, kendalanya adalah jalan. Untuk mencapainya, pengunjung bisa menempuh perjalanan dari Majalengka-Babakanjawa kemudian ke Pancurendang Landeuh. Untuk menuju ke sana, bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat tetapi lebih nyaman dengan sepeda motor agar lebih santai karena kondisi jalannya mulus meski sedikit sempit.

Di ujung permukiman, pengunjung harus membelokan kendaraannya ke kanan melintasi jalan batu. Dari sana, jaraknya kurang lebih 1 km sebelum mencapai lokasi. Pengunjung harus memarkir kendaraan di area yang disediakan pengelola. Setelah itu, barulah mendaki ke bukit dengan ketinggian sekitar 100 meter namun kemiringannya sekitar 30 derajat. Pengelola juga sudah menyediakan tangga berundak dari bambu.

Omo pengelola wisata mengatakan, objek wisata tersebut berada di kawasan lahan Perum Perhutani sehingga pengelolaan juga dilakukan masyarakat bersama Perhutani Majalengka.

“Kami ingin mengelola wisata ini benar-benar seabagai wisata alam. Wisata yang ramah lingkungan. Ada banyak tempat yang bisa dikujungi namun kami baru membuka satu objek. Ke depannya, kami akan membuka yang lainnya yang tak kalah menarik dibanding gua yang sekarang,” kata Omo.

Objek wisata itu kini sudah banyak menarik pengunjung. Setidaknya, pada hari libur ada sekitar 300 hingga 500 orang yang datang.

Sumber : pikiran-rakyat.com
Tanggal : 21 Mei 2017