"Loading..."

Gubernur : Pembangunan Jateng Park Segera di Realisasikan

SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah akan memprioritaskan tahapan pelaksanaan pembangunan pengambangan wana wisata Penggaron di Ungaran, Kabupaten Semarang sebagai Jateng Park.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap pembangunan Jateng Park tersebut bisa segera direalisasikan, karena Jateng membutuhkan destinasi atau tempat tujuan wisata yang baru untuk daya tarik wisatawan nusantara dan luar negeri.
“Pembangunan Jateng Park bisa menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Jateng,” katanya saat membuka Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Kelompok Diskusi Wartawan (KDW) Jateng bekerjasama dengan Pemprov Jateng di gedung pertemuan Perhutani Unit I, Jl. Pahlawan Semarang, Kamis (13/11).
Pasalnya, lokasi Jateng Park yang berada di wana wisata Penggaron sangat strategis dan mudah diakses, karena dekat dengan Ibukota Provinsi Jateng, Kota Semarang.
Selain itu dilalui jalan tol Semarang-Solo, dekat dengan Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, terletak di antara tiga dari empat destination wisata nasional yakni Semarang-Karimunjawa, Candi Borobudur-Jogja, dan Solo-Sangiran.
“Jateng Park dapat menjadi obyek wisata primadona bagi masyarakat Jateng setelah Candi Borobudur di Magelang,” tandasnya.
Gubernur mengakui untuk membangun Jateng Park yang membutuhkan investasi tinggi masih menghadapi dua kendala utama, yaitu soal kawasan dan investor.
Sebab belum ada kejelasan mengenai skema atau mekanisme penggunaan hutan Penggaron yang saat ini dikelola Perhutani untuk pembangunan Jateng Park.
“Serta belum adanya investor yang secara serius akan membangun Jateng Park. Melalui rembugan bareng dalam FGD ini ada solusi mewujudkan Jateng Park,” harap Ganjar.
Gubernur berjanji bila ada investor yang serius ingin membangun Jateng Park akan membatu sepenuhnya dalam proses perizinan kawasan hutan penggaron yang berstatus hutan produksi.
“Perizinan di era pemerintahan Presiden Joko Widodo lebih mudah. Bila memang diperlukan izin kawasan bisa dikeluarkan dalam satu hari,” ungkap Gubernur.
Sementara itu, Direktur Usaha Non Kayu Perum Perhutani, Muhammad Subagyo yang menjadi pembicara utama FGD, menyarankan untuk mempercepat pembangunan Jateng Park perlu segera dilakukan memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman antara pemerintah daerah, Perhutani, dan investor.
“Kalau sudah ada MoU, maka tinggal dibicarakan berapa kebutuhan lahan Jateng Park dari total luas hutan hutan Penggaron 500 hektare,” ungkap dia.
Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi meminta supaya Jateng Park segera direalisasi, karena membawa dampak ekonomi sangat besar bagi masyarakat.
“Dewan mendukung sepenuhnya. Segera direalisasikan pembangunan Jateng Park,” ujarnya.
 
Sumber  : www.beritasatu.com
Tanggal  : 14 Nopember 2014

Share:
[addtoany]