Hunian Sementara Dibangun

Pikiran Rakyat – Pihak PT Perkebunan Nusantara VIII, Perhutani, dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Star Energy akan membangun hunian sementara (huntara) bagi korban longsor di Kampung Cibitung, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan. Hunian sementara akan memanfaatkan rumah-rumah pekerja kebun yang telantar sehingga tidak membangun hunian baru.

“Ada 54 kepala keluarga dengan 170 jiwa yang harus dibuatkan hunian sementara. Untuk kepastian mulai pembangunan rumah hunian untuk korban longsor akan dibahas di rumah dinas bupati Senin besok (hari ini) yang akan dihadiri Pak Bupati Bandung Dadang M Naser, administratur Perhutani, PT Perkebunan, dan pihak-pihak terkait lainnya,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Marlan, Minggu(10/5/2015).

Marlan mengatakan, hunian sementara dengan merenovasi rumah pekerja bangunan akan ditanggulangi dananya dari tiga perusahaan itu. “Kalau mereka tidak sanggup untuk membangun hunian sementara, Pemkab Bandung akan turun tangan untuk membangunnya. Pemkab Bandung sampai saat ini sebatas memfasilitasi agar para pengungsi baik korban longsor maupun warga yang terkena dampak longsor bisa pindah ke hunian sementara,” ujarnya.

Selama ini Pemkab Bandung membangun hunian sementara dari bambu layaknya hunian bagi korban gempa di Pangalengan tahun 2009. “Untuk warga Kampung Cibitung dengan merenovasi rumah pekerja kebun yang tidak terpakai. Rumah-rumah itu terletak di tiga lokasi. Kami minta secepatnya tiga perusahaan itu merenovasi rumah agar segera dipakai warga,” tuturnya.

Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari bagi korban longsor maupun para sukarelawan, BPBD Kabupaten Bandung mengoperasikan dua dapur umum. Sampai saat ini bantuan dari instansi pemerintah dan swasta maupun pribadi terus mengalir ke korban longsor di Kampung Cibitung, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan.

“Dua dapur umum di lokasi pengungsian korban longsor dan di tempat pencarian korban yang setiap hari bisa melayani hampir 1.000 orang,” katanya.

Menurut Marlan, semua bantuan dari Pemkab Bandung maupun pihak luar langsung diarahkan ke lokasi bencana. “Alhamdulillah bantuan untuk para pengungsi mencukupi sampai sekarang. Rencananya tahap tanggap darurat akan selesai pada Selasa (12/5/2015) ini. Apakah akan diperpanjang atau tidak, nanti tergantung keputusan Bupati Bandung,” ucapnya.

Mengenai proses pencarian korban longsor, Marlan mengatakan, wilayah pencarian semakin diperluas untuk mencari korban yang belum ditemukan. “Pada hari ini (Minggu) belum ditemukan korban baru. Kami terus berupaya keras mencari korban yang masih tertimbun tanah longsor,” ujarnya.

Sementara, Ketua PMI Kabupaten Bandung Achmad Kustijadi mengatakan, para sukarelawan PMI terus berupaya mencari korban longsor bersama dengan anggota TNI dan Polri maupun sukarelawan dari organisasi lainnya. “Jumlah sukarelawan PMI Kabupaten Bandung yang bertugas di lokasi longsor sudah mencapai 30 orang, baik untuk tim pencarian korban, dapur umum, maupun tim kesehatan,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, pada Sabtu (9/5/2015) atau hari kelima pencarian korban longsor di Kampung Cibitung, Desa Margamukti, Pangalengan, Kabupaten Bandung ditemukan satu jasad. Jasad perempuan yang diketahui bernama Dewi alias Wiwi (50) ditemukan, sekitar 10 meter dari rumahnya yang tertimbun longsor. Informasi yang dihimpun, Wiwi ditemukan, Sabtu (9/5/2015) sekitar pukul 15.15 dalam keadaan tengkurap. Meski suflah membusuk, kondisi tubuhnya masih utuh sehingga masih bisa dikenali warga. (Samapi)***

Sumber : Pikiran Rakyat, hal. 3
Tanggal : 11 Mei 2015

Share:
[addtoany]