"Loading..."

Istimewa, Air Curug Cimahi Tak Pernah Kering

Wanawisata alam Curug Cimahi yang terletak di Desa/Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat merupakan salah satu destinasi wisata yang cukup terkenal di Jawa Barat. Memiliki ketinggian 85 m menempatkan Curug Cimahi sebagai air terjun tertinggi di Jawa Barat dan masuk 10 besar tertinggi di Indonesia. Ribuan wisatawan tiap tahun berwisatake Curug Cimahi. Mereka menikmati keindahan panorama alam yang luar biasa.

Tapi tahukah Anda, siapa orang yang memberi air terjun itu dengan sebutan Curug Cimahi? Tidak mungkin nama ini muncul begitu saja. Si pemberi nama adalah pensiunan Perum Perhutani, Kosasih yang kini berusia 57 tahun. Saatbertugas, Kosasih merupakan salah satu perintis Curug Cimahi sebagai tempat wisata. Sejak dikelola tahun 1974, Kosasih sudah ditempatkan di Curug Cimahi sampai pensiun tahun 2013. Pria asli Cisarua ini mengatakan, air terjun yang sekarang dikenal dengan sebutan Curug Cimahi ini dulunya tanpa nama. Warga menyebutnya selokan Cimahi.

Waktu itu, instansi tempatnya bekerja sedang mencari nama untuk air terjun itu. Kosasih muda mengusulkan agar curug atau air terjun itu diberi nama Curug Cimahi. Para pejabat Perhutani tidak begitu saja menerima usulan nama Curug Cimahi. Ditanyakan pula alasan Kosasih memberi nama itu. “Ada tiga hal yang melatarbelakangi saya mengusulkan nama Curug Cimahi. Pertama, karena nama Cimahi sudah melekat pada sebuah selokan, yaitu selokan Cimahi.

Kedua aliran .dari curug ini sampai ke Kota Cimahi, dan ketiga airnya tak pernah kering sekalipun kemarau panjang. Berbeda dengan Curug Panganten yang selalu kekeringan di musim kemarau. “Sekalipun kemarau panjang, airnya selalu main atau cukup buat memenuhi kebutuhan masyarakat. Jadi diambil dari bahasa Sunda ci itu air dan mahi adalah cukup. Berarti Curug Cimahi itu air terjun yang tidak pernah surut,” kata Kosasih saat ditemui di Curug Cimahi, Senin (17/11). Dikaryakan Meski kini sudah pensiun, namun Kosasih tetap dikaryakan oleh Perhutani.

Lamanya bertugas di Curug Cimahi, membuat Kosasih sangat paham apa pun yang ada di kawasan curug ini. Termasukkeberadaan kawanan monyet penghuni asli Curug Cimahi. Menurutnya, populasi monyet ekor panjang pada awalnya hanya sekitar 20 sampai 30 dkor. Kini populasi monyet telah berkalikali lipat menjadi lebih dari 300 ekor. Kawanan monyet ini terbagi dalam dua kelompok besar. Kelompokkecil dengan jumlah sekitar 100 ekor dipimpin seekor monyet bertubuh besar namun kakinyabuntung. “Pimpinannya diberi nama Si Buntung, kekompokkedua terdiri dari 200 ekor monyet. Namun kelompok besar ini memiliki banyak pimpinan jantan,” ungkapnya. (*)

Sumber   : Galamedia, Tanggal 19 November 2014

Halaman : 7

Share:
[addtoany]