Jagung Unggul Diujicoba Perhutani

Perhutani melalui program pengelolaan hutan bersama masyarakat (PHBM) di Blok Cikamurang Kecamatan Terisi Indramayu, kini tengah mengujicoba pengembangan agro bisnis jagung hybrida (unggul) di areal seluas 50 hektar.

Menurut Robert Sihite penanggungjawab agro jagung kepada Pelita, upaya ini dilakukan untuk mendorong pemanfaatan kawasan hutan dengan memanfaatan sela tegakan jati dan kayu putih.” Tanaman ini besifat tanaman sela, jadi bisa berdampingan dengan tanaman produksi seperti jadi dan kayu putih milik Perhutani,” tutur dia.

Langkah ini ternyata mendapat respons positif masyarakat penggarap kawasan hutan. Mereka sangat berharap, penghasilan petani dari tanaman holtikultur mampu mendongkrak pendapatan petani.”Setelah saya melihat demplot jagung, langsung tertarik, sekarang. kita juga tengah uji coba di kawasan blok Sambilceng, dan temyata tumbuh subur,” tutur Kasub (36) salah seorang ketua petani hutan setempat.

Optimalisasi kawasan hutan di wilayah Perhutani KPH Indramayu memang kini nampak menggeliat. Sebelumnya program penanaman tebu melalui kerjasama PT Rajawali berhasil mengembangkan kualitas tebu yang cukup bagus. “Hasilnya cukup bagus, kami sudah dua kali panen, dan tahun ini masuk panen ketiga,” tutur Wirya (45) Petani tebu kawasan Blok Sangga Mulya Jatimunggul.

Masyarakat petani penggarap LMDH di sejumlah petak dikawasan Jatimulya juga mulai lebih terbuka menerima proyek “jabon” yang sebelumnya ditolak petani. “Saya sebenarnya ingin tahu dengan program jabon. Tanaman produksi ini katanya mampu memberikan penghasilan yang lumayan bagi petani penggarap,” tutur sejumlah petani. (ck105)

PELITA :: 23 April 2012, Hal. 11

Share:
[addtoany]