"Loading..."

Jateng Bangun Taman Safari

Guna melengkapi dunia pariwisata di Jawa Tengah, provinsi ini segera akan memiliki Taman Safari yang akan dibangun di daerah Penggaron, Ungaran, Kabupaten Semarang. Pembangunan Taman Safari yang akan dilakukan oleh pihak ketiga (PT Bontan Raharjo Propertindo) tersebut, sudah memasuki tahap akhir komitmen dan segera akan dipaparkan di kementerian kehutanan sebagai tahap akhir dari rencana kerja sama. Demikian dikatakan anggota Komisi B DPRD Jateng Hadi Santoso kepada KR di Semarang, Senin (16/1).

Rencana, pembangunan Taman Safari Jateng akan menggunakan lahan sekitar 1.500 hektare. Dari luas tersebut, 500 hektare di antaranya lahan milik Perhutani. Dikhawatirkan jika pembangunan Taman Safari Jateng tidak mendapat pengawasan dari masyarakat, akan merusak lingkungan sekitar. Untuk itu Hadi Santoso minta agar pembangunan objek wisata baru tersebut, benar-benar memperhatikan keseimbangan ekosistem. Apalagi kawasan yang akan digunakan merupakan daerah yang menjadi paru-parunya Karesidenan Semarang. Selain itu juga masih banyak spesies langka yang tinggal di kawasan tersebut dan jangan sampai musnah.

Menurut Hadi Santoso, di daerah yang akan dibangun Taman Wisata Safari Jateng tersebut setidaknya masih ada sekitar 97 spesies yang dilindungi, seperti merak hijau, elang, ular biro, kadalan birah dan raptor migran. “Investor harus bisa melindungi spesies tersebut agar tidak punah,” tutur Hadi Santoso.

Kawasan Penggaron juga merupakan daerah tangkapan air yang banyak menghasilkan cadangan air tanah. Setidaknya ada 3 cadangan air tanah besar yang ada akibat keberadaan hutan wisata Penggaron, yaitu cadangan air tanah Ungaran, Gedawang, dan Penggaron.

Melihat kondisi alam yang relatif masih bagus, Hadi minta agar pembangunan Taman Safari Jateng benar-benar ramah lingkungan baik didalam design konstruksinya, maupun dalam proses pengerjaannya. Pembangunan Taman Safari Jateng tidak boleh mengubah kontur dan bentang alam, karena jika salah dalam membangun bukannya jadi berkah, namun justru akan menjadi malapetaka bagi lingkungan sekitar.

Dalam membangun akses jalan harus memungkinkan untuk air tetap meresap, juga disiapkan dana sebagai kawasan tangkapan air limpahan untuk arena konstruksi yang non kedap air. Namun yang paling penting dari semua rencana tersebut, ke depan Taman Safari harus menjamin peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar, seperti dalam hal tenaga kerja maupun penumbuhan industri pariwisata pendukung.

“Taman Safari Jateng jangan sampai menjadi objek wisata seperti Borobudur, yang hanya menjadi menara gading bagi masyarakat sekitar. Masyarakat sekitar objek wisata jangan hanya dilibatkan dalam sektor domestik saja, tetapi harus dibimbing untuk bisa tumbuh bersama kemajuan pariwisata,” tegas Hadi Santoso.

Dengan dibangunnya objek wisata taman safari di kawasan Penggaron, nantinya akan menjadi kawasan yang menarik, karena kondisi alam yang masih sangat natural, dan juga faktor jarak dari bandara yang hanya kurang lebih 15 menit. Sangat dekat dengan pintu tol Semarang-Solo. Jika dibanding Prigen dan Taman Raya Bogor, luasan lahan yang tersedia di Taman Safari Jateng jauh lebih luas Penggaron. (Bdi)-o

KEDAULATAN RAKYAT :: 17 Januari 2012, Hal. 15

Share:
[addtoany]