"Loading..."

Jokowi: Aktifkan Lahan Tak Produktif Pemerintah

Jika bisa dilakukan, produksi daging dan pangan melimpah.
Minggu, 8 Maret 2015 | 12:22 WIB
Oleh : Nila Chrisna Yulika

VIVA.co.id – Presiden Joko Widodo memerintahkan agar lahan milik Kementerian BUMN dan Perhutani yang tak terpakai digunakan untuk menanam tanaman pangan atau peternakan. Jika lahan-lahan ini dibuat produktif, Jokowi yakin hasil produksi daging dan pangan akan melimpah.

Presiden Jokowi mengatakan hal ini saat meninjau ke Puslitbang Perum Perhutani di Kecamatan Kasiman, Cepu, Bojonegoro, Jawa Timur, seperti dilansir setkab.go.id, Minggu 8 Maret 2015.

“Ini kalau segera dilaksanakan, yang namanya urusan ternak berarti masuknya ke daging bisa selesai. Urusan jagung, padi gogo juga diperluas langsung semuanya dikerjakan di tanah-tanah yang dulu tidak produktif, ini akan melompatkan hasil produksi yang luar biasa,” kata Jokowi.

Jokowi yakin BUMN dan Kementerian dapat membuat kombinasi lahan yang bisa ditanami sawit dan jagung kemudian di dalamnya ada ternak. “Ini kombinasi yang belum pernah dilaksanakan secara besar-besaran. Ini yang akan kita besarkan,” kata dia.

Untuk mewujudkan hal ini, kata Jokowi, perlu ada keberanian untuk mengeksekusi sebuah penelitian yang sudah dilakukan uji coba di lapangan dapat dilakukian secara besar-besaran.

Jokowi kemudian mencontohkan, bisa dilakukan produktifitas jagung, padi gogo dan hasil ternak sapi yang berdampingan dengan hutan yang selama puluhan tahun tidak berani dikembangkan.

“Jika negara mengintervensi terhadap produktivitas pangan dan daging ini, maka akan melompatkan hasil sektor pertanian dan peternakan yang luar biasa bagi rakyat,” kata dia.

Selama ini, peternakan sapi sekitar hutan ditakutkan, karena akan merusak tegakkan baru. Namun dengan hasil penelitian dan kajian yang dilakukan oleh Puslitbang Perhutani, ketakutan itu justru tak terbukti.

“Para peneliti sudah melakukan praktik melalui gundukan di sekitar tanaman tegakkan jati, sehingga ternak sapi ataupun kambing tidak bisa merusak, bahkan kotorannya justru menjadi bahan pupuk bagi tanaman tersebut,” ujar Jokowi.

Kunjungan ke Cepu itu dilakukan Presiden Jokowi di sela-sela kunjungannya ke Kabupaten Blora, Jateng, untuk menghadiri panen raya jagung di areal Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) di Desa Ngliron, Kec. Randublatung.

Dalam kunjungannya itu, Jokowi didampingi oleh Ibu Negara Iriana, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Sumber : viva.co.id
Tanggal : 8 Maret 2015

Share:
[addtoany]