"Loading..."

Kebun Pangkas Jati Perhutani Randublatung Telah Disertifikasi

2014-6-30-Rdb-Sertifikat

Dok.PR/Hms-rdb

SEMARANG, PERHUTANI (20/6) Kebun pangkas  tanaman jati ( Tectona grandis ) milik Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan ( KPH )  Randublatung peroleh  sertifikat  kualitas stek pucuk tanaman jati dari  Balai Perbenihan Tanaman Hutan Jawa Dan Madura   di Kantor Divisi regional Jawa Tengah-Semarang.

Sertifikat pengakuan  yang diterbitkan oleh Balai Benih tanaman Kehutanan sumedang Jawa Barat  pada Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Hutan  dan Perhutanan Sosial Departemen Kehutanan dengan Nomor Sertifikat  ST.531/BPTH.JM/S.SB-7/2014, tersebut berlaku hingga tanggal 10 April 2019 untuk kebun pangkas milik Perhutani KPH Randublatung yang berlokasi di Resort Pemangkuan Hutan ( RPH ) Menden, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan ( BKPH )  Beran.

Administratur Perhutani KPH Randublatung,  Herdian Suhartono mengatakan bahwa dengan perolehan sertifikat tersebut produk yang dihasilkan berupa pucuk tanaman jati ( Tectona Grandis ) telah memenuhi standart Nasional yang ditetapkan oleh Pihak yang berwenang, namun sebelum terbitnya sertifikat tersebut jauh hari produk yang dihasilkan berupa stek pucuk tanaman jati dari persemaian KPH Randublatung tersebut sudah menunjukan pertumbuhan yang baik dikawasan hutan.

Hal ini menunjukkan bahwa kualitas bibit yang dihasilkan memang terbukti yang terbaik , dengan telah diperolehnya sertifikat ini tentunya selain bisa memacu kinerja para petugas lapangan khususnya dan jajaran Perhutani KPH Randublatung untuk lebih giat dan bersemangat dalam melakukan tugasnya sehari – hari, imbuhnya

Data teknis persemaian kapuan menurut Kasi Pengelolaan Sumber daya hutan dan Lingkungan, Rani Maharto   secara  administrasi Pemerintahan  masuk wilayah Desa Jipang, Kecamatan Cepu , Kabupaten Blora, secara geografis  terletak di garis lintang 07? 11’22,1” LS , garis Bujur 111? 33’ 43,5” BT tinggi dari Permukaan laut 49 DPAL dengan nomor sumber benih 33.16.168 seluas 0,5 Ha, asal benih dari clone PHT I dan PHT II yang diproduksi oleh Pusat penelitian dan pengembangan Cepu Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah. (Hms Rdb/Andan).

Editor  :  Dadang K Rizal

@copyright 2014

Share:
[addtoany]