Kulin KK Di Lumajang Didukung Bank BNI, LMDH Wono Lestari Dapat KUR Rp. 1 Milyar Lebih

JATIMTIMES.COM (8/11/2017) | Pasca kunjungan Presiden Joko Widodo ke RPH Kaliacar Kraksaan Probolinggo pada tanggal 2 November kemarin, Perhutani Lumajang begerak cepat untuk membantu masyarakat, khususnya dalam mendapatkan permodalan.

Melalui Program Program KULIN KK atau Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan, Perhutani Lumajang bergerak cepat menjalin kerjasama dengan BNI dalam hal permodalan untuk masyarakat mitra Perhutani di Lumajang.

Sebagai wujudnya pada hari ini, Rabu (8/11), Bank BNI akhirnya memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada 47 petani yang tergabung dalam LMDH Wono Lestari Desa Burno kecamatan Senduro Lumajang sebesar Rp. 1,08 Milyar.

“Kredit ini diberikan karena pihak Bank BNI percaya kepada petani dibawah binaan Perhutani, sehingga pada hari ini, Bank BNI memberikan kredit kepada para penggarap lahan Perhutani yang tergabung dalam LMDH Wono Lestari sampai diatas Rp. 1 Milyar,” kata Mukhlisin S.Hut, Waka ADM Perhutani di Lumajang.

Dalam penyeraha kredit kepada petani ini, disaksikan oleh bupati Lumajang H. As’at Malik, yang dalam kesempatan ini memberikan apresiasi kepada Perhutani di Lumajang, karena telah mengambil langkah cepat dalam usaha peningkatan kesejahteraan masyarakat, yang tinggal disekitar hutan.

‚ÄúPercepatan Realisasi KUR kepada anggota LMDH Wono Lestari Desa Burno, Senduro dalam rangka Implementasi Perhutanan Sosial, yang dulu lebih dikenal dengan PHBM, merupakan bukti nyata hadirnya pemerintah dalam rangka percepatan pemerataan ekonomi. Saya berharap semoga sinergitas yang baik antara Pemerintah Kabupaten Lumajang dengan Perum Perhutani, Bank BNI dalam Rangka mewujudkan masyarakat Lumajang yang sejahtera dan bermartabat terus terjalin dengan baik,” kata Bupati Lumajang H. As’at Malik dalam kesempatan ini.

LMDH Wono Lestari merupakan salah satu kelompok masyarakat yang menggarakan lahan Perhutani dengan berbagai tanaman produktiv seperti kopi, pisang dan tanaman lainnya sehingga memberikan tambahan penghasilan yang cukup besar kepada masyarakat setempat.

Dalam setahun, kelompok dibawah binaan Perhutani Lumajang ini mampu menghasilkan pendapatan kepada petani sebesar Rp. 4,6 milyar setahun. Jumlah ini tidak termasuk nilai tambah dari produk turunan yang bisa dihasilkan anggota LMDH ini.

“Kita akan terus membina agar seluruh produk yang dihasilkan para petani ini dapat diolah menjadi produk yang bernilai jual tinggi,” jelas Waka ADM Perhutani Lumajang Muchlisin S.Hut, kepada media ini.

Sumber : jatimpost.com

Tanggal : 8 November 2017