"Loading..."

Lokasi Tenang Untuk Memancing

Radar Banyuwangi – SONGGON – Wanawisata Rowo Bayu di kawasan Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Perhutani Banyuwangi Barat termasuk lokasi yang digemari pria pemancing. Meski pengunjung akhir-akhir ini relatif sedikit, hampir sedap hari selalu ada pemancing yang berburu ikan di lokasi wisata yang masuk wilayah Desa Bayu, Kecamatan Songgon, itu.

Pengunjung yang dalang ke wanawisata itu pada hari biasa hanya belasan orang Hari Minggu jumlah pcmancing itu bertambah banyak, “Minggu pengunjung yang dalang puluhan, tapi tetap kurang dari 100 orang,” cetus Laimun, salah satu juru parkir di Wanawisata Rowo Bayu.

Laimun mengaku tidak tahu pasti berapa jumlah pengunjung Rowo Bayu. Dirinya hanya menghitung jumlah motor milik para pengunjung. “Kadang datang hanya sebentar, lalu pulang lagi,” katanya.

Wanawisata Rowo Bayu sebenarnya tempat yang bersejarah. Pada tahun 1771 hingga 1773 lokasi itu menjadi markas pejuang Blambangan melawan Belanda, Dalam perang itu, banyak pejuang dan pen jajah Belanda yang tewas. Melalui berjalannya waktu, perang itu ditetapkan sebagai tonggak Hari Jadi Banyuwangi (I iarjaba). “Ramai itu kalau tahun bani dan Lebaran” terangnya.

Khusus Hari Raya Idul Fitri dan tahun baru, jelas dia, kendaraan milik pengunjung diparkir di sekitar pintu masuk. Tetapi, kalau hari biasa, parkir motor dan mobil di dekat danau (danau). ,TKalau sedang ramai, parkir di dekat rowo tidak cukup,” ungkapnya.

Menurut Laimun, saat ini lokasi wisata yang menawarkan aneka tempat hiburan cukup banyak di Kabupaten Banyuwangi. Itu menyebabkan Wanawisata Rowu Bayu sepi. “Dulu Rowo Bayu ini ramai sekali,” katanya.

Selain karena banyak tempat wisata, Laimun menyebut Rowo Bayu sepi pengunjung juga karena kurangnya publikasi. Wanawisata yang dikelola Umbaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) itu kurang dana publikasi. “Kita kalah publikasi” sebutnya, (cl/cl/abi)

Sumber : Radar Banyuwangi, hal. 32 & 33
Tanggal : 9 April 2015

Share:
[addtoany]