"Loading..."

Menikmati Pemandangan Sedap Puncak Sedadap yang Memukau Ini Yuk

MERDEKA.COM (28/3/2017) | Bagi para pecinta alam di Jawa Tengah, nama Kabupaten Temanggung mungkin sudah tak asing lagi. Pasalnya, di daerah ini terdapat dua gunung kembar, yakni Sumbing dan Sindoro yang kerap menjadi sasaran utama pendakian.

Jika Anda tengah melakukan jelajah pendakian melintasi kedua rute di gunung tersebut, tak ada salahnya mampir untuk beristirahat sembari melepas lelah sejenak di salah satu destinasi wisata yang terdapat di Desa Kwadungan Gunung Kecamatan Kledung Kabupaten Temanggung, Puncak Sedadap namanya.

Sedadap berada di ketinggian 1.800 di atas permukaan laut (dpl) dengan jarak tempuh sekitar 4 kilometer dari Jalan Raya Temanggung – Wonosobo. Di tempat ini pengunjung dapat menikmati pemandangan indah berupa hamparan perkebunan dari sebuah gubuk kecil yang terbuat dari bambu beratapkan jerami.

Untuk dapat sampai ke lokasi tersebut, pengunjung dapat menggunakan alat transportasi berupa mobil atau sepeda motor, kemudian dilanjutkan lagi dengan berjalan kaki melintasi jalan setapak berbatu (makadam).

Kepala Desa Kwadungan Gunung, Slamet Tombol membeberkan bahwa nama Sedadap sendiri muncul lantaran dahulu lokasi tersebut banyak ditumbuhi tanaman dadap atau cangkring, yakni sejenis pohon anggota suku Fabaceae dimana tanaman tersebut kerap digunakan sebagai pagar hidup dan peneduh.

Menurutnya, lokasi yang terletak di dalam kawasan milik Perhutani itu tak hanya menyuguhkan pemandangan yang indah. Namun juga dapat digunakan sebagai camping ground, off road, serta menyaksikan proses terbitnya matahari atau sunrise.

“Untuk sementara ini pengelolaannya masih dilakukan secara swadaya oleh masyarakat setempat dan wisatawan yang datang tidak dikenakan biaya masuk alias gratis,” katanya, kemarin.

Sementara itu, Kasi SDH Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) wilayah Kedu Utara Perhutani Kabupaten Temanggung, Suharsono menambahkan bahwa kawasan Sedadap sendiri terletak di petak 14 A2 Perhutani.

Ia menilai, mayoritas hutan yang terdapat di Temanggung sangat cocok untuk dijadikan sebagai destinasi wisata. Oleh sebab itu, pihaknya mendorong agar seluruh masyarakat yang bermukim di wilayah lereng gunung untuk lebih gencar mengembangkan berbagai potensi lain di masing-masing daerahnya.

“Kawasan di bawah naungan kami paling cocok dijadikan hutan wisata. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika masyarakat secara swadaya membuka potensi-potensi lain yang ada,” pungkasnya. (riz)

Sumber: merdeka.com

Tanggal: 28 Maret 2017