"Loading..."

Menyusuri Gua Kiskendo Kendal

Kabupaten Kendal kaya wisata alam. Salah satunya Gua Kiskendo di Dukuh Goa, Desa Trayu, Kecamatan Singorojo. Wisata alam yang masih terjaga keasliannya ini terletak sekitar 15 km ke arah selatan (Boja) dari Kota Kendal melalui Kaliwungu. Rerimbunan pepohonan dan batu besar berada di sekitar area gua. Udaranya sangat terasa sejuk karena berada di daerah perbukitan. Ketika memasuki gua, pengunjung akan menyusuri jalan setapak berbatu dan melewati mulut gua yang curam. Terlihat pintu gerbang gua yang lebar dan besar dengan julukan ”Gua Lawang”. Suasana semakin terasa sejuk saat berada di dalam. Pengunjung disambut gemericik air dan angin yang berhembus.

Beberapa lorong kecil yang ada didalamnya menambah keindahan dan daya tarik tersendiri. Goa tersebut terbentuk selama berabad-abad, akibat tetesan air yang turun ke bawah. Tetesan tersebut menjadikan ornamen stalagtit dan stalagmit yang sangat menawan. Melangkah jauh ke dalam, bakal dijumpai sungai yang mengalir menembus perut bumi. Airnya terasa sejuk dan menyegarkan.

Objek wisata itu dikelola oleh Perum Perhutani Kendal. Di dalamnya terdapat gua-gua kecil seperti gua lawang, tulangan, kampret, pertapaan, dan kempul. Dinamakan kempul karena jika dipukul mengeluarkan bunyi seperti kempul atau gong.

Mengalirnya anak sungai yang membentuk cekungan yang disebut Kedung Jagan, menambah sejuk dan indah suasananya. Anda yang ingin menyusuri wisata alam itu, alangkah baiknya membawa minuman cukup. Pasalnya medan sangat curam dan jalur yang ditempuh cukup melelahkan.

Selain itu, hanya terdapat satu warung yang berada di dekat pintu masuk gua. Harga tiket masuk relatif murah, yakni Rp 4.000/orang. Ahmad Kabul, petugas penjaga mengungkapkan, Gua Kiskendo ramai dikunjungi pada akhir pekan. Pengunjung kebanyakan muda-mudi yang memadu kasih.

Pada musim hujan, jumlahnya cenderung menurun, karena dalam sepekan hanya didatangi sekitar 50 orang. Sementara pada musim kemarau, pengunjung bisa mencapai tiga kali lipatnya. Kebanyakan pengunjung berasal dari Kendal dan Semarang serta beberapa daerah lainnya. ”Tidak ada larangan mandi di sungai tersebut. Namun, ketika arus deras, lebih baik tidak mandi. Kalau nekat, dikhawatirkan hanyut terbawa arus,” kata Ahmad. (79)

SUARA MERDEKA :: 29 Januari 2012, Hal. 14

Share:
[addtoany]