"Loading..."

Nikmati Fajar di Tujuh Gunung

GUNUNG dipercaya menjadi tempat terbaik untuk menyaksikan pemandangan matahari terbit (sunrise). Satu gunung biasanya menyajikan panorama yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Namun, jika berkesempatan menyaksikan semburat sang surya di antara keberadaan lebih dari satu gunung, mungkin saat itulah Anda mendapatkan “bonus” luar biasa.
Bonus menakjubkan itu bisa didapatkan ketika Anda berkunjung ke obyek wisata Posong di Desa Tlahab, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Tak hanya menikmati pemandangan dari satu gunung, dengan berdiri di lokasi ini, siapa pun bisa menyaksikan fajar menyingsing di antara tujuh gunung sekaligus.
Posong berada pada ketinggian sekitar 1.900 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan berjarak sekitar 30 kilometer (km) dari alun-alun, pusat keramaian Temanggung. Jika serius ingin melihat panorama matahari terbit, Anda harus bangun sejak pagi-pagi buta.
Keindahan langit mulai tampak ketika menyusuri jalur berliku, menanjak di sepanjang jalan di Kledung. Semburat jingga yang mengiringi kumpulan awan akan menemani Anda. Klimaksnya adalah saat Anda berdiri di Dataran Tinggi Posong.
Sekitar pukul 04.30, di ufuk timur, matahari mula-mula terlihat seperti gumpalan kecil berwarna jingga. Di belakangnya, terlihat garis siluet bayangan Gunung Telomoyo, Andong, Merapi, dan Merbabu. Di sisi tenggara, terlihat jelas Gunung Sumbing. Di ujung paling utara, terlihat Gunung Muria.
Agak melompat dari garis lurus pemandangan matahari terbit itu ada Gunung Sindoro di sisi barat. Seusai menyaksikan fajar, siapa pun bisa dengan mudah membebaskan mata menelusuri setiap lekuk liku gunung, berikut dengan bebatuan, semak belukar, dan pohon di hutannya.
Dataran Tinggi Posong merupakan obyek wisata alam. Lokasinya berbatasan dengan hutan milik Perhutani, memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk juga melihat sejumlah satwa liar turun.
Sukarti (30), seorang pemilik warung makan di Posong, menuturkan, siang menjelang sore hari biasanya banyak ayam hutan yang berkeliaran. “Ayam hutan sering kali ribut bersuara dan memanjat pohon cemara di sekitar sini,” ujarnya.
Pada pagi hari terkadang wisatawan bisa melihat beberapa babi hutan berlari-lari di antara semak belukar. Keberadaan hewan itu tidak pernah mengganggu warga di sekitarnya. Hewan itu hanya terlihat sebentar dan sesaat kemudian langsung kembali masuk ke hutan.
Kehadiran warga sekitar yang lalu lalang di sekitar kawasan Posong juga menarik perhatian. Mereka adalah petani penggarap lahan di sekitar obyek wisata itu. Petani kerap meramaikan suasana dengan datang berombongan naik mobil dengan membawa cangkul dan pupuk. Pengunjung dan petani pun tidak saling mengganggu.
“Kami juga sering menjadi obyek foto dari pengunjung,” ujar Sulis, petani dari Desa Tlahab, Kledung.
Jumlah wisatawan
Obyek wisata Dataran Tinggi Posong pertama kali dibuka untuk umum pada 2009. Obyek ini awalnya ditemukan dan dikelola oleh Kelompok Pencinta Alam Desa Tlahab, yaitu Jogoreso. Lama-kelamaan obyek ini menjadi badan usaha milik desa dan menjadi salah satu aset wisata Kabupaten Temanggung.
Berawal dari harga tiket parkir Rp 1.000 per kendaraan, saat ini harga tiket masuk menjadi Rp 4.000 per orang. Selain itu, pengunjung juga wajib membayar tiket parkir Rp 2.000 per kendaraan. Pada 2012, Posong baru menghasilkan pendapatan dari tiket masuk Rp 16 juta per tahun. Seiring dengan waktu, kini pendapatan dari tiket masuk sudah mencapai Rp 20 juta-Rp 25 juta per bulan.
Direktur Obyek Wisata Posong Zunianto mengatakan, kini jumlah pengunjung Posong pada hari biasa bisa mencapai 300 orang per hari. Pada akhir pekan, Sabtu-Minggu, jumlah pengunjung pun meningkat dan bisa mencapai 800 orang per hari. “Kadang-kadang areal parkir pun tidak cukup sehingga kendaraan terpaksa parkir di jalan, di jalur masuk menuju Posong,” ujarnya.
Wisatawan datang dari banyak tempat. Tidak hanya dari sekitar Jateng, mereka juga berasal dari Jakarta, Bandung, Surabaya, dan sejumlah kota di luar Pulau Jawa. Turis asing berdatangan pula, terutama dari Jerman, Korea Selatan, Australia, dan Amerika Serikat.
Selain datang untuk melihat matahari terbit, wisatawan juga dapat lebih menikmati keindahan Posong dengan mengikuti paket wisata, seperti paket camping, outbond, atau paket photography trip. Khusus untuk paket perjalanan fotografi, setiap pengunjung akan ditunjukkan lokasi terbaik untuk mengambil obyek tertentu.
“Mereka yang hobi fotografi akan kami pandu dan diberi tahu tempat terbaik untuk memotret berbagai hal, mulai dari sore hingga keesokan paginya,” ujar Zunianto.
Ia menambahkan, Posong kini terus berbenah. Pemerintah Kabupaten Temanggung dua kali mengalokasikan dana dari APBD, yaitu Rp 250 juta dan Rp 900 juta, yang semuanya dipergunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti perbaikan jalan masuk dan membangun fasilitas lain.
Sumber  : Koran Kompas
Tanggal  : 14 Nopember 2014

Share:
[addtoany]