Omzet Perhutani Naik 7,87%

Kontan, JAKARTA – Tahun ini, kinerja Perum Perhutani lebih kinclong dibandingkan dengan tahun lalu. Sampai akhir tahun, perusahaan kehutanan plat merah ini optimistis bisa meraup pendapatan sekitar Rp 3,84 triliun. Angka ini naik 7,87% dibandingkan dengan realisasi pendapatan tahun lalu sebesar Rp 3,56 triliun.

Bambang Sukmananto, Direktur Utama Perum Perhutani mengatakan, sampai pertengahan Desember ini, Perhutani sudah mengantongi pendapatan sebesar Rp 3,66 triliun. Meski membukukan kenaikan pendapatan, Perhutani tidak mampu mencapai target pendapatan tahun ini. “Sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), target pendapatan kita tahun ini sebesar Rp 3,92 triliun,” ungkap Bambang, kemarin.

Selain menorehkan kenaikan pendapatan, Bambang juga memproyeksikan kenaikan laba Rp 36,1 miliar atau 13,68% dibandingkan tahun lalu. Berdasarkan laporan keuangan Perhutani, tahun lalu, Perhutani memperoleh laba Rp 263,9 miliar.

Tahun ini, laba Perhutani bisa mencapai Rp 300 miliar. “Laba bisa melampaui target hingga 10%,” kata Bambang. Kontribusi pendapatan Perhutani masih didominasi oleh pendapatan kayu sebagai core bisnis utama perusahaan. Pada 2014, Perhutani akan menggenjot kinerja sektor non kayu seperti gondorukem.

“Tahun depan komposisi pendapatan akan 50-50 antara kayu dan non kayu,” kata Bambang. Asal tahu saja, saat ini Perhutani tengah fokus mengembangkan industri derivatif antara lain gondorukem dan kayu lapis.

Selain itu, Perhutani juga bakal mengembangkan bisnis air Perhutani dengan meningkatkan kapasitas pabrik di Lumajang, Jawa Timur dari 1 juta liter (per tahun) jadi 10 juta liter. Investasinya mencapai Rp 30 sampai Rp 50 miliar.

Jurnalis : Maria Elga Ayudi
Kontan | 19 Desember 2013 | Hal. 17

Share:
[addtoany]