"Loading..."

Pabrik Baru Perhutani Beroperasi

JAKARTA. Perum Perhutani mulai mengoperasikan pabrik plywood barunya di Kediri, Jawa Timur mulai Maret lalu. Berkapasitas 24.000 meter kubik (m³) per tahun, sebagian besar produk akan diekspor ke pasar Jepang. Bambang Sukmananto, Direktur Utama Perum Perhutani bilang, 16.800 m³ atau 70% kapasitas adalah untuk ekspor dan 7.200 m³ untuk domestik.

“Perhutani sudah tandatangani kontrak jangka panjang dengan buyer Jepang,” katanya, Selasa (2/4). Dengan investasi pembangunan Rp 48 miliar, Perhutani mengandalkan pasokan bahan baku kayu sengon dari hutan rakyat sekitar Kediri. Hutan tanaman sengon di Kediri mencapai kurang lebih 9.000 ha.

Setiap tahun Perhutani membutuhkan bahan baku untuk plywood sebanyak 48.000 m³ kayu log. Dengan pabrik anyar tersebut Perhutani menghitung akan mendapatkan tambahan pemasukan Rp 74 miliar per tahun.

Perhutani menargetkan pendapatan Rp 217 miliar di tahun 2013 ini, naik dari Rp 195 miliar tahun lalu. Selain menggenjot produksi plywood, mulai awal 2014 Perhutani juga akan mengoperasikan pabrik pengolahan gondorukem. “Selain fokus mengembangkan produk kayu, Perhutani juga ingin berekspansi di sektor non kayu,” kata Bambang. Pabrik itu mampu mengolah 72.000 ton gondorukem menjadi 18.000 ton gliserol rosin ester per tahun.

Produk itu akan dipasarkan ke India, Jepang, Spanyol, Jerman, Inggris dan Amerika Serikat. Perhutani memiliki delapan pabrik gondorukem dan terpentin. Bahan baku berasal dari hutan pinus seluas 865.000 ha. Yang sudah menghasilkan 166.000 ha. Pabrik turunan gondorukem menjadi yang pertama bagi Perhutani. Untuk terpentin, dari bahan baku 15.000 ton diolah menjadi cineol, alpha-pinene, betapinene, dan D-limonene.

Jurnalis : Fitri Nur Arifenie
Kontan : 04 April 2013 hal. 17

Share:
[addtoany]