"Loading..."

Pemerintah Targetkan Swasembada Beras 10 Juta Ton

Pemerintah tetap optimistis target swasembada beras 10 juta ton pada tahun 2014. Hal ini mengacu pada tawaran Menteri Kehutanan yang menawarkan lahan 200 ribu hektare pada pihak Kementerian Pertanian. “Kemenhut menyediakan lahan tapi masih harus diteliti oleh Kementan apakah cocok ditanami atau tidak. 100 ribu hektare lahan yang lain lagi akan diupayakan oleh BUMN. Kita sebetulnya butuh 2 juta hektare lahan barn untuk lima tahun ke depan. Dalam rakor saya juga minta secepatnya cetak sawah baru. Tapi juga harus diimbangi dengan irigasinya. Karena biasanya di wilayah seperti Kalimantan itu irigasinya kurang bagus dibanding di Jawa.” jelas Menko Perekonomian Hatta Rajasa disela panen raya di desa Wanawali. Purwakarta. Minggu (25/3).

Sementara itu. Menhut Zulkifli Hasan menyerahkan sepenuhnya keputusan pemanfaatan lahan yang sebagian besar ada di pulau Kalimantan itu pada Kementan. “Kita sungguh-sungguh mau bantu untuk capai surplus beras pada 2014 sebanyak 10 juta ton. Kami akan siapkan lahan, silahkan pilih yang mana yang cocok.” kata Menhut.

Panen Raya
Pada kesempatan itu, Menko Perekonornian, Hatta Rajasa, dan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan secara simbolis didaulat menghadiri panen raya padi hasil tumpangsari di Desa Wanawali. Kecamatan Cibatu. Kabupaten Purwakarta. Provinsi Jawa Barat.

Dengan mengetakan topi caping dan sepatu boots, kedua Menteri berkesempatan langsung memanen padi varietas Inpago di Blok 99C di Resor Cijangkar, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Cipeundeuy, Purwakarta. hasil garapan 39 orang Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dari lahan milik Perurn Perhutani dengan perkiraan produksi panen sekitar 3,5 ton per hektar.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa, disela kegiatan panen berharap, pemanfaatan hutan yang mernpakan bagian dari Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K) itu bisa membuahkan hasil memuaskan. “Saya berharap panen bagian GP3K ini sukses. Karena pemerintah dalam menjalankan program kemitraan ini akan membuka 100 ribu hektar lahan persawahan baru.” ujar Hatta.

Pasalnya jelas Hatta dengan kesuksesan program GP3K. maka akan tercipta suatu sinergi yang menguntungkan bagi meningkatnya kesejahteraan para petani. “Jadi hasil padi bisa dibeli oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) dan bersamaan masyarakat akan terlindungi serta lahan bisa optimal dan tidak mengganggu program Perhutani,” kata Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini. Sementara Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan, menyatakan. adanya kegiatan panen ini merupakan indikasi nyata adanya kontribusi nyata dari sektor kehutanan terhadap peningkatan produksi pangan.

“Hal semacam ini akan terus digalakkan agar target surplus beras akan tercapai,” katanya. Ia mengungkapkan, hingga saat ini tercatat hampir 6 juta hektar yang dimanfaatkan untuk tumpangsari. ”Terbukti hasilnya 9 juta ton per tahun untuk padi dan sejenisnya seperti kacang dan jagung.” katanya. Dalam kesempatan itu, diberikan juga sejumlah bantuan antara lain bibit pohon dan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

SENTANA :: 26 Maret 2012, Hal. 3

Share:
[addtoany]