Perhutani adakan Ruwatan Hutan Nusantara

Dok.Kom-PHT/Divre Jatim  @2015

Dok.Kom-PHT/Divre Jatim @2015

SURABAYA, PERHUTANI (12/5) | Perum Perhutani Bondowoso bekerjasama dengan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Tapal Kuda dan Pemerintah Daerah Situbondo melakukan Ruwatan Hutan Nusantara dengan pagelaran Kiai Kanjeng dan Emha Ainun Najib (Cak Nun) di Lapangan Situbondo berlangsung semarak.
Ribuan masyarakat dan undangan yang hadir sangat terhibur dengan lantunan shalawat dan lagu-lagu rohani Islam dari Kiai Kanjeng dan Cak Nun, Selasa.

Acara tersebut dimulai pukul 21.00 wib. Lantunan musik dan nyanyian ditampilkan apik oleh Kiai Kanjeng. Duduk dipentas bersama Cak Nun, Bupati Situbondo, Direktur Pengelolaan Sumber Daya Hutan (PSDH) Perum Perhutani, Kepala Divisi Regional Perhutani Jatim, Administratur Kesatuan Pemangkuan Hutan Bondowoso, Kepala Polisi Resort Situbondo, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Situbondo, Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso dan Alim Ulama Situbondo.

Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto menyatakan bahwa kegiatan Perhutani melakukan Ruwatan Hutan Nusantara sebenarnya ruwatan dimulai dari diri kita sendiri. Sesungguhnya diantara kita tidak perlu ada jarak, tidak perlu ada pemisah, karena yang memisahkan yang membuat jarak, itulah yang membikin kita tidak bisa berkomunikasi dengan baik bahkan menimbulkan pergesekan-pergesekan yang tidak perlu. Bermula dari kasus Asyiani di Situbondo, membuat inspirasi Situbondo menjadi pembuka pintu pembangunan kebaikan-kebaikan, artinya “pintu kebaikan melalui jalur Situbondo muda-mudahan imbasnya kebaikan untuk Indonesia.” Katanya.

Direktur Pengelolaan Sumber Daya Hutan (PSDH) Perum Perhutani Heru Siswanto menyampaikan bahwa 18 tahun lalu pernah menjadi Admistratur KPH Jember kedatangannya di Situbondo ibaratnya reuni “ Saya pernah nyantri kepada Alm KH Yusuf Muhamad juga KH Fawaid Samsul Arifin,” tuturnya.

Perhutani merupakan badan usaha milik Negara dalam hal ini Departemen Kehutanan yang diberi tugas mengelola hutan dipulau Jawa dan Madura yang luasnya 2,4 juta hektar, dia menyatakan Perhutani dalam melaksanakan tugasnya mempunyai Visi Misi, secara singkat melaksanakan Hutan Lestari Rakyat Sejahtera atau bahasa Nahdliyin Hairunas Anfa’ahum linas artinya sebaik baik manusia yang banyak memberikan manfaat kepada orang lain. Kalau semua berkomitmen bersama-sama bergandengan melestarikan hutan, insya Allah Masyarakat desa sekitar hutan sejahtera.

Heru Siswoyo menambahkan, kepada Pemerintah dan masyarakat Situbondo ”Saya menitipkan hutan dan teman-teman Perum Perhutani di Situbondo.” Pungkasnya.
Pagelaran Kiai Kanjeng diahiri dengan do’a Solawat Nariyah untuk kebaikan kemajuan Situbondo. (Kom/PHT/Divre Jatim/bayu)

Editor : Dadang K Rizal

Copyright ©2015

Share:
[addtoany]