"Loading..."

Perhutani Bojonegoro Bersama Dinas Kehutanan Propinsi Bina Petani Porang

Dok.Kom-PHT/Bjn  @2015

Dok.Kom-PHT/Bjn @2015

BOJONEGORO, PERHUTANI (27/4) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bojonegoro bersama Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Timur dan Dishutbun Kabupaten Bojonegoro mengadakan pembinaan masyarakat petani porang di Aula KPH Bojonegoro, Senin.

Administratur/KKPH Bojonegoro, Erwin menyatakan bahwa empat poin yang harus diketahui oleh masyarakat terkait kerjasama dalam pengelolaan hutan yang dikelola oleh Perum Perhutani yaitu Eksistensi hutan harus terjaga sesuai dengan kaidah-kaidah silvikultur, Tidak terjadi pengalihan hak dan status atas kawasan dalam proses pengelolaannya, Ada tindakan konservasi sesuai dengan kebutuhan setempat dan yang terakhir adalah Saling menguntungkan secara kemanfaatan ekonomi, ekologi dan sosial bagi para pihak.

Sementara itu Kasi Inventarisasi Kehutanan Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Timur, Basunando menyampaikan bahwa salah satu upaya untuk memberikan kontribusi pada penanggulangan dan pengentasan kemiskinan di Jawa Timur, Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Timur telah melaksanakan kegiatan Anti Poverty Program (APP) bidang kehutanan yang dimulai sejak tahun 2005.

Salah satu kegiatan Anti Poverty Program bidang kehutanan adalah pemberdayaan masyarakat dalam mengelola hasil hutan bukan kayu (HHBK), produk HHBK merupakan salah satu sumber daya hutan yang memiliki keunggulan komparatif dan paling bersinggungan dengan masyarakat sekitar hutan.

Beragam manfaat sosial, ekonomi dan lingkungan dapat diperoleh dari keberadaan HHBK ini, sebagai dukungan dalam pengembangan HHBK maka pemerintah Propinsi Jawa Timur melalui keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor : 188/798/KPTS/013/2011 menetapkan hasil hutan bukan kayu unggulan propinsi Jawa Timur adalah Bambu (Bambusa Spp), Lebah Madu (Apis Spp), Porang (Amorphopalus Onchophyllus), Empon-empon (Cabe Jamu, Jahe, Kunyit, Kencur, Temulawak), Getah Pinus (Pinus Spp).

Kabupaten Bojonegoro merupakan salah satu daerah yang sangat potensial untuk budidaya porang sehingga dengan adanya program ini diharapkan dapat mengurangi angka kemiskinan di Bojonegoro maupun seluruh wilayah Propinsi Jawa Timur. (Kom – PHT/Bjn/Rafik)

Editor : Dadang K Rizal
Copyright ©2015

Share:
[addtoany]