"Loading..."

Perhutani Genjot Bisnis Non Kayu

JAKARTA – Direktur Utama Perum Perhutani Mustoha Iskandar menargetkan bisnis non kayu berkontribusi sebesar 52% bagi pendapatan perusahaan tahun ini. Sisanya dari kayu (log).
Adapun, Perum Perhutani memproyeksikan pendapatan Rp4,6 triliun di akhir 2014 atau tumbuh 16,41 dibandingkan realisasi tahun sebelumnya Rp3,954 triliun. Sedangkan laba Rp258 miliar. Kesepakatan itu tertuang dalam rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP).
Mustoha yang menggantikan Bambang Sukmananto mengatakan, Perhutani juga menargetkan lini bisnis non kayu akan berkontribusi sebesar 55% pada 2016. Sedangkan sisanya dari bisnis kayu.
Berdasarkan Salinan Keputusan Menteri Negara BUMN Nomo 231/MBU/10/2014 pada 17 Oktober 2014 mengangkat Mustoha Iskandar sebagai Direktur Utama Perum Perhutani menggantikan Bambang Sukmananto. Serta menunjuk Agus Setyaprastawa sebagai Direktur.
Pencapaian tersebut akan dikontribusikan dari operasional pabrik Derivatif Gondorukem Terpentin di Pemalang, Jawa Tengah.
Adapun, hasil industri gondorukem merupakan produk olahan dari getah pinus yang digunakan sebagai bahan baku untuk industri minyak, cat, dan tinta mesin cetak (printer).
Dia mengungkapkan, Perhutani akan meningkatkan kontribusi kayu dari sisi industri. Seperti housing component, furniture, dan flooring.
Lebih lanjut, Mustoha menyatakan Perhutani akan mendorong sektor hilir menjadi kontribusi bagi pendapatan perusahaan. Strategi itu direalisasikan melalui implementasi corporate culture. “Bukan birokratik culture,” ujarnya dalam acara pisah sambut direksi Perum Perhutani di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Selasa (21/10/2014).
Rencana itu untuk memanfaatkan momentum di pasar. Serta membangun daya saing dalam berkompetisi.
Mustoha yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Komersial Kayu Perhutani memaparkan pihaknya juga akan melakukan restrukturisasi anak usaha, Inhutani I hingga V. Rencana itu seiring keputusan pemerintah menetapkan Perum Perhutani sebagai induk (holding) BUMN Kehutanan.
Pasca restrukturisasi, katanya, Perhutani juga mendorong Inhutani untuk melaksanakan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).
Sementara itu, Direktur Keuangan Perhutani Morgan Sharif Lumban menambahkan pihaknya tengah menyelesaikan pengerjaan pabrik Derivatif Gondorukem di Pemalang, Jawa Tengah. “Akhir tahun ini ditargetkan sudah bisa produksi,” tuturnya.
Kapasitas pabrik Derivatif Gondorukem di Pemalang, Jawa Tengah, mencapai 40 ribu ton per tahun. Hasil produksi sebagai bahan baku untuk kebutuhan domestik dan luar negeri. Seperti Jepang, Eropa, dan India.
Sumber : metrotvnews.com
Tanggal : 21 Oktober 2014

Share:
[addtoany]