Perhutani Genjot Ekspor Monyet ke Amerika

Perum Perhutani menggenjot ekspor monyet berekor panjang ke Amerika sebagai salah satu peningkatan diversifikasi usaha produksi nonkayu. Saat ini, Perum Perhutani bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan penangkaran monyet berekor panjang atau bahasa latinnya Maccacafasicularis. Demikian dikatakan Direktur Utama Perum Perhutani, Bambang Sukmananto, di Purwokerto, Senin (20/5/2013).

“Para monyet berekor panjang itu diekspor ke Amerika sebagai bahan penelitian. Populasinya sangat banyak, jika terlalu banyak, bisa menjadi hama sehingga dapat diekspor,” ujarnya di sela-sela Program Perhutani Peduli melalui Gerakan Direksi Mengajar di SMA i Purwokerto.

Disebutkan, usaha lain nonkayu Perum Perhutani adalah gondorukem, kayu putih, serta penangkaran buaya. Dalam jangka waktu 5 hingga 10 tahun produksi nonkajoi bakal mendominasi pendapatan Perum Perhutani.

Dikatakan, perbandingan usaha produksi kayu dan nonkayu masih 55 dan 45 persen. Dalam lima tahun mendatang harus 40:60 untuk produksi nonkayu. Namun, juga ada andalan usaha lain, yaitu ekowisara, wanatani, terpentin, kayu putih, madu, air minum dalam kemasan, dll.

Sementara itu, Administratur/Kepala Kesatuan Pemangkuan Hutan (KKPH) Banyumas Timur, Budi Widodo mengakui terus mengejar target produksi gondorukem dan kopal serta mengurangi penebangan. “Wilayah hutan kita sebagai besar merupakan daerah tangkapan air. Ke depan lebih mengoptimalkan target produksi gondorukem dan nonkayu lainnya,” ujarnya.

Produksi gondorukem dari KPH Banyumas Timur mencapai 4.500 ton getah pinus atau sementara kopal bari 1.500 ton. Sementara total pendapatan KPH Banyumas Timur mencapai Rp 24 miliar setahun.

“Sebanyak 60 persennya diperoleh dari hasil produksi nonkayu. Ke depan kemimgkinan besar kami tidak akan banyak menebang pohon.(A-99)

Pikiran Rakyat 21 Mei 2013 hal. 8

Share:
[addtoany]