"Loading..."

Perhutani Ikut Kongres Produsen Gumrosin Dunia di BOSTON

Perhutani ikutserta dalam kongres Pine Chemical Association (PCA) di Boston Amerika Serikat. Kongres internasional PCA berlangsung di Hotel Fairmont Copley Plaza Boston dari 16 sampai 18 September 2012. Kegiatan asosiasi produsen gumrosin ini dilaksanakan rutin sekali setahun. Perhutani sebagai produsen gumrosin dan getah pinus terbesar di Asia Tenggara, ikutserta sejak 2006 dan ini adalah kali ketujuh.

Direktur Utama Perum Perhutani Bambang Sukamananto sebagai salah satu dari lima belas pembicara di Konferensi PCA menyatakan di hadapan 100 negara produsen Gumrosin yang hadir bahwa sampai saat ini Perhutani masih memegang rekor terbesar produsen di Asia Tenggara. Namun demikian situasi ekonomi Eropa yang kurang kondusif berdampak pada perdagangan dan fluktuasi harga yang tidak stabil bagi industri getah pinus milik Perhutani.

Industri Gondorukem dan terpentin Perhutani sudah berlangsung sejak 1948 dan berkembang pesat pada 1976. Saat ini ada 8 (delapan) Pabrik Gondorukem & Terpentin (PGT) Perhutani. Sumber bahan baku Pinus merkusii berasal dari hutan Perhutani seluas 865.000 ha dengan potensi sadapan 166.000 Ha untuk tahun 2013. Sumber bahan baku lain berasal dari Propinsi Bali, Sulawesi Selatan dan beberapa daerah lain di luar Jawa. Pemasaran produk Perhutani tersebut ke pasar lokal 20% dan ekspor 80% dengan negara tujuan Asia (Jepang dan India), Eropa terutama Jerman, Amerika Serikat, Afrika dan Australia.

Untuk mencukupi pasokan pabrik, selama sepuluh tahun ke depan Perhutani telah merencanakan pengembangan tanaman pinus jenis unggul seluas 62,500 ha per tahun dengan hasil sadapan sebanyak 6 metrik ton/th/ha. Di Indonesia selain di perhutani, terdapat hutan tanaman pinus yang belum disadap sebanyak lebih dari 400.000 ha.

Isu menguat dalam konferensi adalah bahan baku kimia alami seperti gumrosin untuk tinta, kosmetik, makanan, industri cat, kedepan kebutuhannya akan meningkat dan prospeknya baik dengan catatan produsen berkomitmen menjaga sustainability, availability, stability (price) dan quality. Khusus untuk produk dari Indonesia diharapkan flexibilitas dan responsif terhadap perubahan pasar pada saat harga naik juga saat harga turun. Meskipun prospek bagus, Bambang Sukmananto selanjutnya mengakui bahwa kedepan kompetisi makin ketat sehingga efisiensi, inovasi dan teknologi harus terus dilakukan Perhutani agar produk selalu kompetitif dan memenuhi harapan customer.

Dalam konferensi dikemukakan beberapa peserta bahwa bahan baku kimia alami seperti gumrosin untuk tinta, kosmetik, makanan, industri cat, kedepan kebutuhannya akan meningkat dengan gencarnya isu lingkungan ‘back to nature’. Keputusan Perhutani untuk membangun pabrik derivatif gumrosin di Pemalang Jawa Tengah adalah salah satu pemecahan masalah tersebut. Pabrik Perhutani yang diresmikan pembangunannya oleh Dahlan Iskan Menteri Negara BUMN baru baru ini diharapkan mampu menghasilkan nilai tambah 1,5 kali lipat dari pendapatan non-kayu Perhutani selama ini.

PCA merupakan asosiasi internasional para produsen bahan olahan pohon pinus. Ajang konferensi bertujuan untuk temu bisnis sekaligus membahas perkembangan perdagangan dari masing-masing Negara produsen. Melalui konferensi ini, masing-masing produsen dapat dapat langsung bekerja sama business to business.

Ikut hadir dalam acara tersebut Direktur Industri Perhutani Heru Siswanto dan salah satu mitra dagang PT Milatronika. Kongres juga membahas tentang pemasaran global industri getah pinus, issue suplai industry getah pinus di dunia, teknologi industri, keamanan kerja industri juga issue kelestarian lingkungan atau sustainability. Para peserta juga mendapat kesempatan langsung mengadakan kontrak dagang atau menjalin network bisnis baru.humas-pht