"Loading..."

Perhutani Kedu Selatan Kerjasama Kembangkan Biodiesel Nyamplung

Pada 29 Februari 2012 lalu, Bupati Purworejo, Mahsun Zain, didampingi Administratur Perhutani KPH Kedu Selatan Agus Priantono, dan pejabat Dinas Kehutanan Kabupaten Purworejo meninjau pabrik pembuat biodisel berbahan baku nyamplung yang berada di Desa Patutrejo, Kecamatan Grabag.  Pabrik tersebut berkapasitas produksi 200 liter per hari, dalam waktu dekat biodiesel yang diproduksi tersebut akan dijual bebas.

Seperti diketahui, selama ini Nyamplung dikenal hanya sebagai salah satu pohon yang menghasilkan kayu perkakas/pertukangan yang berkualitas dan juga kayu untuk konstruksi ringan.  Seiring perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat terhadap bahan bakar nabati, nyamplung kini menjadi salah satu komoditi yang dilirik potensinya dikarenakan buahnya mempunyai kandungan minyak nabati yang cukup tinggi.

Argo Prasetyo, Kepala Bidang Kehutanan Kabupaten Purworejo, mengatakan bahwa pengoperasian pabrik tersebut diawali pembicaraan dengan Perum Perhutani.  Ini karena Perum Perhutani memiliki lahan yang ditanami tanaman nyamplung dalam jumlah cukup luas. Kemudian dijalinlah kerjasama antara Dinas Pertanian, Perhutani, LMDH Patutrejo dan CV Cahaya Katulistiwa.

Menurut Administratur KPH Kedu Selatan, Agus Priantono, hutan nyamplung di wilayah Purworejo seluas 132 hektar, dengan jumlah tanaman sebanyak 36.114 pohon. Dari persediaan tersebut pohon yang sudah siap panen sekitar 10 ribu pohon. Setiap tahun bisa menghasilkan 200 kg dengan usia tanaman lebih dari 30 tahun. Di luar kawasan hutan masih ada 50 hektare lahan nyamplung milik rakyat.

Melihat persediaan bahan baku sebanyak itu, Agus yakin produksi biodisel nyamplung bisa diproduksi secara berkelanjutan. Dalam tahap awal ditargetkan produksinya 6 ribu liter biodisel per bulan.

Sementara itu, Bupati Mahsun Zain menyampaikan dukungannya terhadap produksi biodisel berbahan nyamplung tersebut.  “Karena jika mengandalkan BBM berbahan baku fosil lambat laun akan habis. Maka  sebelum habis maka butuh cadangan,” ujarnya.

Share:
[addtoany]