"Loading..."

Perhutani Lakukan Kajian PHBM dengan UNBRAW

0-TOR PHBM-Pasuruan-web

Dok.Kom-PHT/Kanpus @2014

MALANG, PERHUTANI (3/10) | Perhutani melakukan diskusi penyusunan Term Of Reference (Tor) Kajian Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat ( PHBM ) Perum Perhutani yang akan dilakukan oleh Fakultas Pertanian Universitas Barawijaya Malang. Diskusi dilakukan di Ruang Rapat Kantor Perhutani Pasuruan. Jumat.

Direktur Pengelolaan Sumber daya Hutan, Heru Siswanto menyatakan bahwa dalam pertemuan ini intinya untuk pemantapan dalam merancang TOR yang diperuntukkan di Perum Perhutani dalam pengelolaan hutan khususnya berkaitan dengan masyarakat desa hutan.

Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui apakah kebijakan tentang PHBM secara Nasional, Provinsi, Kabupaten dan Perhutani sudah selaras, sekaligus untuk mengetahui pengaruh kebijakan tersebut terhadap komitmen, pemberdayaan, dan kinerja aparat dan masyarakat desa hutan serta untuk mengetahui pengaruh komitmen, program kerja, dan kegiatan masyarakat desa hutan dan aparat terhadap kinerja hutan, baik kinerja kelestarian, sosial, dan produksi

Peneliti Universitas Brawijaya Malang, Prof. Dr. Bambang Supriyanto, MS menyatakan bahwa ada dua hal yang harus dikembangkan yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktis dalam pengelolaan hutan . Dalam suatu penelitian dan kajian perlu melibatkan pemerintah juga political aspek yang sangat dibutuhkan dalam pengelolaan sumberdaya alam dengan melibatkan institusi lain.

“Social society ( kearifan lokal ) antara daerah satu dengan yang lain berbeda, sehingga dalam proses pengelolaan hutanpun perlakuannya harus berbeda dan harus tahu tentang kultur masyarakat setempat” tambahnya.
Sementara Prof. DR. Agus Suryono, MS menyampaikan bahwa kebijakan merupakan sesuatu yang penting dalam membuat suatu kajian.

“Perlunya kajian sistem PHBM yang intinya adalah mengkaji apakah sudah terciptanya hutan lestari dan masyarakat sejahtera serta peran LMDH apakah sudah sesuai dengan kebijakan yang telah dikeluarkan dalam pengelolaan hutan tersebut” tambahnya. (Kom-PHT/Kanpus)

@copyright 2014

Share:
[addtoany]