"Loading..."

Perhutani perluas pasar air minum kemasan ke Jepang

Perum Perhutani bekerja sama dengan PT Classic Indonesia mengekspor sekitar 20% hasil produksi air minum dalam kemasan perusahaan milik negara itu ke Jepang.
Kedua perusahaan itu telah menandatangani kontrak selama 3 tahun diawali dengan pesanan sebanyak 8 juta botol per bulan. Kebutuhan Jepang yang diminta kepada Perhutani mencapai 10 juta botol per bulan dengan nilai Rp9,58 millar.
Direktur Utama Perhutani Bambang Sukmananto mengungkapkan pihaknya mulai fokus memproduksi AMDK dengan kapasitas produksi 12 juta liter per tahun sejalan dengan upaya berkonsentrasi ke industri hasil hutan non kayu, termasuk air.
“Pada 2015, porsi bisnis hasil hutan kayu dan hasil hutan non kayu Perhutani ditargetkan seimbang. Dengan begitu, kami tidak hanya dipandang sebagai produsen kayu, melainkan juga produsen non kayu,” katanya seusai ekspor perdana ke Jepang akhir pekan lalu.
Direktur Utama Classic Indonesia, Katsuhito Segawa mengatakan ekspor AMDK Perhutani akan ditingkatkan seiring dengan pertumbuhan permintaan produk itu di Jepang.
“Mungkin jumlah pengiriman akan naik terus. Pengiriman berikutnya akan dua kali lipat dibanding pengiriman sebelumnya. Begitu terus,” ujarnya.
Jepang memilih AMDK Perhutani karena produk perusahaan itu dinilai memiliki kualitas air minuman sesuai dengan standar Jepang. Indonesia adalah negara ketiga yang mengekspor AMDK setelah Kanada dan Korea Selatan.
Berdasarkan hasil uji laboratorium eksternal dari Balai Besar Industri Agro Bogor, air baku AMDK Perhutani berkualitas baik dengan keasaman (PH) 7 dan jumlah zat padat terlarut (IDS) 40 mg liter. Adapun Jepang menerapkan standar IDS di bawah 60.
Sementara itu, Akihiko Morita, President Curious Co Ltd, importir AMDK Perhutani di Jepang, mengatakan Jepang membutuhkan AMDK impor dalam jumlah cukup besar setelah negara itu dilanda gempa dan tsunami beberapa waktu lalu.
“Di Jepang banyak perusahaan air minum, tetapi suplai dari perusahaan dl sana itu masih kecil, sementara kebutuhan AMDK besar. Karena itu, kami impor dari Indonesia,” ujarnya.
Bambang mengatakan untuk memenuhi kebutuhan Jepang, Perhutani akan memperbesar kapasitas produksinya antara lain dengan memperluas pabrik setelah fasilitas produksi yang sudah beroperasi saat ini. (02)
Nama Media : BISNIS INDONESIA
Tanggal       : Senin,12 September 2011, Hal. 11
Penulis        :
TONE           : POSITIVE

Share:
[addtoany]