Perhutani Siapkan Proyek Percontohan Hutan Sosial

METROTVNEWS.COM (6/5/2017) | Perum Perhutani menyiapkan proyek percontohan Perhutanan Sosial Sinergi BUMN untuk memberikan akses ekonomi ke masyarakat dan memaksimalkan lahan hutan. Proyek ini memasuki tahap prasosialisasi di sejumlah hutan Perhutani Divisi Regional Jawa Timur.

“Untuk awal, pilot project Perhutanan Sosial akan dikembangkan di lahan hutan Perhutani KPH Probolinggo seluas 1.500 hektare,” kata Direktur Utama Perum Perhutani, Denaldy M. Mauna, dalam keterangan tertulis, Sabtu 6 Mei 2017.

Denaldy bertemu pengurus 11 Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) untuk prasosialisasi proyek ini pada Kamis 4 Mei lalu. Wilayah yang akan dijadikan proyek Perhutanan Sosial antara lain di RPH Kaliacar, BKPH Kraksaan dan RPH Boto, BKPH Probolinggo, dan KPH Probolinggo.

“Prasosialisasi ini sebagai tindak lanjut kunjungan lapangan sejumlah petinggi di Kementerian BUMN,” ujarnya.

Denaldy mengatakan program ini didukung Himpunan Bank Negara (Himbara) dengan fasilitas pendanaan kredit usaha rakyat (KUR) dari PT Bank Negara Indonesia (Tbk).

Bank akan mengucurkan KUR dengan suku bunga 9% per tahun sebagai pinjaman modal kerja para anggota LMDH untuk menggarap lahan hutan. Modal itu juga diharapkan bisa digunakan membiayai bibit tanaman palawija dan tanaman kehutanan seperti sengon.

Salah satu anggota LMDH Alas Subur, Anton, berharap proyek Perhutanan Sosial ini bisa membuat hasil panen petani melimpah. “Kami juga berharap ada jaminan penyerapan hasil panen produk petani dan harga tidak anjlok,” katanya.

Hery dari LMDH Tunas Harapan meminta agar diizinkan menanam rumput gajah kecil untuk pakan ternak di lahan Perhutanan Sosial. “Karena harganya cukup menjanjikan selain tanaman hutan dan palawija,” katanya.

Perhutanan Sosial Sinergi BUMN adalah proyek yang digulirkan pemerintah untuk memberi kepastian lokasi lahan garapan dan hak garap. Proyek ini akan didukung akses pendanaan KUR dari bank, kepastian pasar, pembinaan intensif dari instansi terkait, peluang mendapat subsidi saprotan, dan pemberian lahan garap yang lebih ekonomis.

“Pilot project ini mendukung program Pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan,” kata Denaldy. (UWA)

Sumber: metrotvnews.com

Tanggal:  6 Mei 2017