"Loading..."

Perhutani Tertarik Menanam di Bawah Tegakan Pohon Jati

SUARA MERDEKA (26/4/2017) | Memanfaatkan lahan di bawah tegakan pohon jati, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kebonharjo melakukan penanaman pohon kelor. Jika upaya tersebut berhasil, penanaman kelor akan diperluas di kawasan hutan, mengingat cukup banyak lahan di bawah tegakan pohon jati yang tersedia di wilayah Perhutani KPH Kebonharjo.

Penanaman kelor tersebut terinspirasi keberhasilan budidaya kelor yang dilakukan Ai Dudi Krisnadi. Penanaman kelor di bawah tegakan pohon jati dilakukan di kawasan hutan eks TPK Banyuurip, Desa Gayam, Kecamatan Bogorejo, Blora, Senin (17/4). Wakil Bupati (Wabup) Blora Arief Rohman didaulat menanam perdana, kemudian Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Blora Ainus Sholicah, Dirut PT Moringa Organik Indonesia, Ai Dudi Krisnadi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bogorejo dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Sendangrejo dan Desa Gayam Konsultasi.

“Mengingat banyaknya manfaat yang bisa diambil dari tanaman kelor, Perhutani KPH Kebonharjo tidak pikir panjang untuk ikut menanam kelor seperti Pak Dudi yang sukses membudidayakan kelor di Ngawenombo hingga produknya diekspor ke luar negeri,” kata Administratur (Adm) Perhutani KPH Kebonharjo, Isnin Soiban.

Dia mengungkapkan, Dudi Krisnadi dalu adalah teman ketika dinas di Jawa Barat. Dan, awal April lalu ketika ada kunjungan Pemkab Sigi ke Blora belajar budidaya kelor di Ngawenombo, pihaknya tertarik membudidayakan. Apalagi setelah konsultasi beberapa kali dan Dudi Krisnadi mengatakan kelor bisa ditanam di bawah tegakan jati, Perhutani langsung melakukan.

“Kami menjalin kerja sama untuk menanam kelor di lahan seluas satu hektare di hutan eks TPK Banyuurip di tepi Jalan Bogorejo-Jatirogo. Harapannya menjadi pusat budi daya kali pertama di kawasan hutan, sehingga bisa memberdayakan LMDH di sekitar,” kata Isnin.

Dudi Krisnadi mengatakan, penanaman bibit kelor di lokasi itu nantinya untuk dipanen daunnya. Dia berharap dengan perawatan yang baik, dalam tiga bulan ke depan sudah bisa panen perdana.

“Saya yakin dengan tekad Pak Isnin yang besar, penanaman kelor bisa berhasil. Tiga bulan ke depan semoga bisa panen perdana. Hasilnya nanti akan dikeringkan, dalam sebulan kemudian kita kirim ke Malaysia Pasar kita ke sana, karena permintaan untuk bahan makanan ternak sangat banyak. Harganya juga cukup mahal dan dijamin akan menguntungkan,” kata Dudi.

Melihat kegigihan Perhutani KPH Kebonharjo ikut membudidayakan kelor, Wabup Arief Rohman mengapresiasi dan menyampaikan salam hormat dari Bupati Djoko Nugroho. (Abdul Muiz-27)

Sumber: Suara Merdeka, hal. 21

Tanggal: 26 April 2017