"Loading..."

Perhutani, UGM dan Pemprov Jateng Tandatangani MOU

2014-10-8-mou UGM-Pemprop-web

Dok.Kom-PHT @2014

JOGJAKARTA, Rabu, 8 Oktober 2014 | Direktur Utama Perum Perhutani, Bambang Sukmananto, Rektor Universitas Gadjah Mada, Pratikno dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan penandatanganan kesepakatan bersama (MOU) tentang “Pengembangan Pertanian Terpadu Dalam Kawasan Hutan Untuk Mendukung Gerakan Kedaulatan Pangan Nusantara Dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Hutan Di Provinsi Jawa Tengah di Lantai 3 Ruang Multi Media Gedung Pusat Universitas Gadjah Mada Sayap Utara, Bulaksumur, Yogyakarta.

Perum Perhutani merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diberi tugas dan wewenang oleh Pemerintah untuk melakukan pengelolaan hutan Negara di Provinsi Jawa Tengah, Provinsi JawaTimur, Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten, kecuali hutan konservasi.

MOu ini dilaksanakan untuk mendorong dan mendukung terwujudnya program kedaulatan pangan di Provinsi Jawa Tengah melalui penerapan sistem pertanian terpadu dengan pendekatan teknik agroforestri baik on farm maupun off farm di dalam kawasan hutan dan Optimalisasi pemanfaatan lahan dalam kawasan hutan untuk menumbuhkembangkan perekonomian masyarakat desa hutan.

Action plannya adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat sekitar hutan melalui alih teknologi pengolahan lahan, budi daya, dan pengolahan pasca panen, serta pemasaran hasil komoditas pertanian, peternakan, dan perikanan, sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar hutan.

Wakil Rektor Universitas Gadjah Mada, Suratman menyatakan bahwa inti riset UGM adalah pegabdian kepada masyarakat. Jadi apapun yang dikerjakan oleh Kampus UGM harus bermanfaat bagi masyarakat.

“Sebenarnya kesepakatan membangun konsep ini sudah lama. Diharapkan dengan kegiatan MoU ini ada pilot projek dan perlu dibuatkan masterplan kerjasamanya” tambahnya.

Direktur Utama Perum Perhutani, Bambang Sukmananto dalam sambutannya menyatakan bahwa Perhutani sudah lama mempunyai program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM), tetapi produktivitasnya sangat rendah. Dengan adanya MoU ini diharapkan ada sarana dari pemerintah propinsi, sementara untuk teknologinya berasal dari UGM.

“Perhutani sangat mendukung program Forest for Enegy, Forest for water dan forest for food, dan MOU ini harus konkrit implementasinya di lapangan” tambahnya

Sementara Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam sambutannya menyampaikan bahwa sistem pertanian terpadu (inregrated farming), di Jawa Tengah memiliki Sumberdaya alam yang baik dan sumberdaya manusianya juga baik, semua sumberdaya ini akan bekerjasama dengan Perhutani sehingga bisa mendorong forest for food untuk kedaulatan pangan.

“Mou ini akan segera difollow up dan Pemerintah Propinsi sudah siap mendukung. Diharapkan setahun ini sudah ada implementasinya sehingga bisa ada titik-titik komoditi di Jawa Tengah” tambahnya. (Kom. PHT/Kanpus).

@copyright2014

Share:
[addtoany]