"Loading..."

Presiden Jokowi Serahkan SK Perhutanan Sosial di Tahura Djuanda

BERITASATU.COM (12/11/2018) | Presiden Joko Widodo menyerahkan Surat Keputusan (SK) program Pengakuan Perlindungan Kemitraan Kehutanan (KULIN KK) dan Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS) di wilayah hutan negara yang dikelola Perum Perhutani, di Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. Djuanda, Bandung, Minggu (11/11).

Dalam kegiatan yang bertema “Hutan Sosial Untuk Pemerataan Ekonomi” ini turut hadir Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Darmin Nasution, Gubernur Jawa Barat M. Ridwan Kamil, Direktur Utama Perum Perhutani Denaldy M Mauna dan sejumlah pejabat lainnya.

Kunjungan Presiden Joko Widodo diawali dengan penyerahan SK KULIN KK sebanyak 23 SK untuk delapan kabupaten yaitu Bandung, Garut, Sumedang, Indramayu, Sukabumi, Majalengka, Cirebon, dan Cianjur dengan luas kawasan 5.673 hektare (ha) untuk 3.207 petani/KK. Sedangkan SK IPHPS sebanyak 14 SK untuk empat kabupaten yaitu Bandung, Garut, Indramayu, dan Sukabumi.

Dalam pidatonya, Presiden Joko Widodo menyampaikan SK pengelolaan hutan untuk Perhutanan Sosial yang telah diberikan akan selalu diikuti dan dicek terus perkembangannya. “Dengan program PS, diharapkan dapat mengurangi konflik, ketimpangan lahan, mengurangi pengangguran, meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar hutan dan sekaligus menjaga kelestarian hutan. SK untuk pengelolaan hutan yang telah saudara-saudara terima, digunakan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan keluarga, kelompok, dan masyarakat”, ujar Jokowi dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (12/11).

Pada kesempatan yang sama Direktur Utama Perum Perhutani Denaldy menjelaskan produktivitas garapan masyarakat desa hutan dapat terbantu dengan adanya sistem agroforestry. Perhutani mendukung program PS dengan SK KULIN KK serta IPHPS dengan total luasan 10.761 ha di wilayah kelola Perhutani Divisi Regional Jawa Barat.

“Program Perhutanan Sosial ini menerapkan sistem tumpang sari, tanaman berkayu dan tanaman semusim yang dapat tumbuh bersama, sehingga produktivitas kawasan hutan dapat dimaksimalkan,” jelas Denaldy.

Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Mandiri, BNI, dan BRI. Perum Perhutani juga turut memberikan bantuan berupa 5.500 bibit buah-buahan dan 3.500 bibit produktif dari kementerian LHK.

Sumber : beritasatu.com

Tanggal : 12 November 2018