"Loading..."

Proyek Perhutanan Sosial Dimulai di Garut

BISNIS.COM (11/5/2017) | Proyek rintisan perhutanan sosial akan dilaksanakan di Garut yang mencakup 6.652,3 hektare di kabupaten itu.

Direktur Utama Perum Perhutani Denaldy M. Mauna menyebutkan proyek itu akan dilaksanakan di Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pameungpeuk, masing-masing di Blok Pasir Salam 1 seluas 2.681.9 hektare dan Pasir Salam 2 seluas 3.970.4 ha.

Para petani nanti akan mendapat luas lahan garapan yang ekonomis, bantuan modal perbankan berupa kredit usaha rakyat (KUR), jaminan pasar oleh offtaker, dan pembinaan teknis.

“Nantinya, anggota LDMH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) dapat melakukan kerja sama penanaman albazia dengan sistem bagi hasil 70%:30%,” katanya dalam siaran pers, Kamis (11/5/2017).

Lahan hutan albazia juga dapat ditanami palawija sehingga berkembang istilah Ajale, singkatan dari albizia, jagung, dan kedelai.

Salah satu anggota LMDH, Ayi, yang juga warga Cihaur Kuning, mengaku kurang modal untuk menggarap lahan hutan. Dengan perhutanan sosial, dia berharap mendapatkan bantuan modal dari perbankan dengan bunga rendah.

Sementara itu, Bupati Garut Rudi Gunawan menyatakan sangat mendukung pilot project perhutanan sosial yang juga memasukkan kegiatan wisata Perhutani di Garut karena memberikan manfaat bagi warganya.

“Perhutani perlu dukungan Pemda Garut untuk kelestarian hutan, rencana pilot project perhutanan sosial di Pameungpeuk ini, termasuk penataan ulang petani-petani yang akan terlibat dalam proyek itu,” ujarnya.

Pilot project perhutanan sosial sinergi BUMN lainnya yang tengah dipersiapkan Perhutani ada di KPH Probolinggo seluas 1.500 ha.

Sumber : bisnis.com

Tanggal : 11 Mei 2017