"Loading..."

Rekind Raih Kontrak Baru Rp 6,3 Triliun

PT Rekayasa Industri (Rekind) meraih kontrak baru senilai Rp6,3 triliun pada tahun lalu, dua kali lebih besar dari pencapaian tahun sebelumnya, terutama dari sejumlah proyek program percepatan energi pemerintah. Selain mendapatkan kepercayaan dari dalam negeri, kemampuan Rekind sebagai perusahaan EPC (engineering, procurement and construction) diakui oleh sejumlah pelanggan multinasional melalui pelaksanaan proyek di sektor energi. Proyek itu a.l. Dayung Grissik milik Conoco Phillip, EPC 3 Banyu Urip Offshore Pipeline Mooring Tower dan EPC 5 Infrastructure Facilities milik Mobil Cepu Limited, serta pabrik Sabah Ammonia Urea (Samur) milik Petronas Malaysia.

“Pelaksanaan proyek milik perusahaan global itu menunjukkan pengakuan kinerja dan standar global yang semakin memperkuat daya saing Rekind,” kata Direktur Utama Rekind M. Ali Suharsono kemarin. Dia mengatakan Rekind turut berperan penting dalam mendukung program percepatan energi yang dicanangkan pemerintah, melalui pelaksanaan proyek floating storage regasification unit (FSRU) Muara Karang dan FSRU Medan.

Rekind juga terlibat dalam proyek percepatan listrik 10.000 MW tahap pertama, yakni PLTU Suralaya (pembangkit listrik berkapasitas terbesar 1×625 MW), PLTU Riau (2×100 MW), PLTU Sumatra Barat (2×112 MW), PLTP Ulubelu (PLTP dengan kapasitas terbesar di Sumatra 2×55 MW). Pada 2012, kata Ali, Rekind akan terus mengembangkan keahlian, penerapan sistem, standardisasi kinerja global melalui proyek-proyek baru, dan kemampuan di bidang investasi.

Beberapa proyek berhasil diperoleh Rekind sejak awal tahun ini, antara lain Operation & Maintenance Engineering Construction Management (O&M ECM) milik Chevron, pabrik derivatif milik Perum Perhutani, FSRU Medan miliki PT Perusahaan Gas Negara Tbk, dan PMS Lembah Batu miliki PTPN 13. Dalam bidang investasi, ungkap Ali, Rekind terus mengembangkan realisasi proyek yang dimilikinya, antara lain WKP Cisolok Cisukarame dan Pipanisasi Gas Cirebon Semarang.

“Kami juga akan fokus membangun proyek infrastruktur panas bumi di dalam negeri pada tahun ini,” ujarnya. Khusus di bidang PLTP, tutur Ali, Rekind berhasil membangun lebih dari enam pembangkit listrik tenaga.

BISNIS INDONESIA :: 21 FEBRUARI 2012, Hal. i1

Share:
[addtoany]