"Loading..."

Ribuan Jati Plus Mulai Ditanam

MAHGASAIU – Ribuan pohon Jati Plus Perhutani (JPP) jenis stek pucuk ditanam di kawasan hutan RPH Kaligimber BKPI I Margasari wilayah KPH Balapulang, Kabupaten Tegal. Penanaman melibatkan 70 orang yang terdiri dari petugas Perhutani, siswa SMA yang sedang praktek lapangan, dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) setempat. Administratur KPH Balapulang Isnin Soiban, didampingi Assisten Perhutani Kepala liagian Kesatuan Pemangkuan Hutan, Tulus, mengatakan, jumlah pohon JPP jenis stek pucuk yang ditanam di atas tanah seluas 5,6 hektare itu, sebanyak 2.640 batang.

Jarak tanam antara yang satu dengan yang lainnya sepanjang 3×3 meter. Menurut Tulus, kawasan hutan itu sebelumnya ditanami pohon jati biasa. Pohon jati yang ditanam sejak tahun 1968 itu, kini sudah ditebang. Penebangan dilakukan pada 2013 lalu. Untuk itulah, Perhutani kembali menanam pohon jati di kawasan tersebut. “Kalau jenis pohon jati ini (JPP), lebih bagus dari pohon jati biasa,” kata Tulus, disela penanaman pohon jati di kawasan hutan Desa Jembayat, Kecamatan Margasari, Jumat (14/11).

Keunggulan JPP jenis stek pucuk, menurut Tulus, pohonnya cepat besar (tinggi) dan kuat. Dalam setahun, ketinggian pohon jati jenis stek pucuk, dapat mencapai 8 meter. Sedangkan pohon jati biasa, dengan waktu yang sama ketinggiannya hanya 2-3 meter. Selain itu, penebangan pohon jati jenis stek pucuk juga lebih cepat. Jika pohon jati biasa penembangannya mencapai 40 tahun, ini hanya 20 tahun. “Itu pun usia maksimal. Artinya, kurang dari 20 tahun juga bisa di tebang (panen),” ujarnya. (yer/zul)

Sumber    : Radar Tegal

Halaman : 13

Share:
[addtoany]