"Loading..."

Rini Minta Perhutani Mulai Kembangkan Industri

282412_pengumuman-direksi-pertamina-oleh-menteri-bumn_663_382Perhutani menyanggupi permintaan Menteri BUMN itu.

VIVA.co.id – Pemerintah meminta, agar Perum Perhutani untuk mengembangkan industrinya, baik industri kayu maupun non kayu.

“Saya melihat, Perhutani memiliki kemampuan untuk menghasilkan produk untuk flooring dan olahan kayu lainnya. Saya minta ini ditingkatkan,” kata Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno, ketika meninjau Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Kayu 2 Perum Perhutani di Gresik, Jawa Timur, dikutip dalam keterangannya, Kamis 21 Mei 2015.

Sementara itu, Direktur Utama Perhutani, Mustoha Iskandar, mengaku siap untuk melaksanakan permintaan Rini. “Kami memanfaatkan ketersediaan bahan baku yang melimpah. Kami siap,” kata dia.

Kepala Divisi Industri Kayu Perum Perhutani, Adi Pradana, mengatakan bahwa pihaknya akan memperbesar volume produksi, dengan menambah pabrik olahan kayu baru, yaitu di Jawa Timur bagian timur dan di Jawa Tengah.

“Membangun pabrik baru di Jawa Timur bagian timur akan lebih efektif dalam mengolah kayu di lahan kami di wilayah timur, mereduksi biaya transportasi,” kata Adi.

Selama ini, produk industri kayu Perhutani mayoritas diekspor. Dari lima pabrik di dua unit industri kayu Perhutani (IK I Jateng Kabar, IK II Jatim), mampu menghasilkan berbagai produk olahan kayu untuk floooring, decking, lamparquet, hingga produk barecore, veneer sayat, dan plywood yang mayoritas untuk ekspor.

Dia menambahkan, negara tujuan ekspornya adalah Korea, Taiwan, Singapura, Tiongkok, Singapura, dan negara-negara Eropa.

Menurutnya, dari hasil olahan kayu itu, perusahaan pelat merah tersebut mencatat pendapatan hingga Rp404 miliar pada 2014. (asp)

Sumber : www.bisnis.News.viva.co.id
Tanggal : 21 Mei 2015

Share:
[addtoany]