"Loading..."

Satu Lagi Ekowisata Dari Banyumas: Curug Gomblang

20170221112835-7HETANEWS.COM (21/2/2017) | Curug Gomblang yang berlokasi di Desa Kalisalak, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terus berbenah untuk memikat wisatawan. Maklum, kawasan seluas lima hektar ini kian diminati para pelancong.

“Terutama pada akir pekan, bisa mencapai ratusan pengunjung,” kata Wakil Ketua Pengelola Wisata Curug Gomblang Amin Sapto Purnomo di Desa Kalisalak, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas, Senin. Mereka banyak yang ingin berswafoto (selfie) dengan latar belakang air terjun dan pemandangan alam pegunungan.

Objek wisata tersebut sudah dirintis sejak September 2015. “Dan, mulai dikenal oleh masyarakat luas sejak Lebaran 2016,” kata Sapto Purnomo.

Peningkatan pelayanan dilakukan dalam banyak segi. Misalnya, membenahi dan membangun beberapa fasilitas di antaranya musala, toilet, dan tempat untuk berteduh. “Kami juga menyediakan layanan antar-jemput pengunjung dengan ojek dan angkutan lainnya bagi pengunjung yang ingin mencapai lokasi tanpa berjalan kaki,” katanya.

Layanan tersebut disediakan karena jarak antara pos pertama atau loket hingga lokasi mencapai 1 kilometer dengan kondisi jalan masih berbatu.

Curug Gomblang berada di lereng selatan Gunung Slamet pada ketinggian 700 meter di atas permukaan laut. Dengan posisi semacam itu, tersedia panorama alam yang indah. Selain itu, Curug Gomblang yang memiliki ketinggian air terjun sekitar 50 meter berada di kawasan hutan damar yang dikelola Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan Banyumas Timur.

Selain Curug Gomblang, diskeitar situ masih ada beberapa objek wisata lain, seperti Curug Lima dan “Camping Ground” (lahan untuk berkemah).

Khusus untuk “Camping Ground”, peminat bisa yang hendak berkemah bisa memesan satu minggu sebelum kegiatan. Tarifnya dipatok Rp15.000 per orang. “Kami juga akan membuat wisata malam dengan menawarkan keindahan pemandangan kota Purwokerto pada malam hari yang terlihat dari pegunungan Desa Kalisalak,” katanya.

Sumber: hetanews.com

Tanggal: 21 Februari 2017