"Loading..."

Selfie Dulu Sebelum Ditebang

Radar Jember – Daerah pegunungan dengan kontur tanah naik turun ditambah masih lebatnya pepohonan di Bondowoso membuat kota ini semakin menarik bagi fotografer Tak terkecuali pecinta foto selfie. Salah satu tempat favorit adalah kawasan hutan produksi di depan SMK PPN Tegalampel.

Pepohonan sono keling yang meranggas di penghujung kemarau ini sering dipakai untuk prewedding, foto selfie pelajar, hingga aktifitas sepeda MTB. Ranting pohon sono keling yang menjulur nyaris tanpa daun tampak begitu cantik untuk diabadikan dalam sebuah foto. Namun sayang, keindahan lokasi itu tak akan bertahan-lama. Karena pepohonan milik Perhutani itu akan ditebang pada tahun depan.

Menurut Adi Winarno Adm KPH Perhutani Bondowoso, pemanfaatkan kawasan Peihuta-ni untuk berfoto ria sah-sah saja dan tidak dipungut biaya. “Semakin banyak aktifitas warga di kawasan hutan Perhutani, juga menguntungkan kita. Karena turut menjaga hutan dari pencurian kayu,” tambahnya.

Areal hutan sono keling di tempat tersebut menjadi favorit karena paling dekat dari pusat kota dengan jarak sekitar satu kilometer saja. Sayangnya, tahun depan pohon lokasi tersebut akan ditebang. “Tahun 2016 pepohonan sono keling di depan SMK pertanian mulai dipanen. Sementara sisi timur dipanen 2017 mendatang,” jelasnya. Sehingga, tahun ini menjadi tahun terakhir bagi mereka yang ingin foto di sana.

Adi sendiri belum tahu, jenis pohon apa yang akan dijadikan pengganti sono keling. Karena pihaknya masih membutuhkan kajian pohon apa yang cocok dari sisi cuaca dan tanah di sana. Jika pohon pinus yang meng-antikan sono keling, seperti tebangan jati di Grujugan, kata dia, akan tetap eksotik sebagai lokasi hunting foto.

Masyarakat Bondowoso tak usah khawatir mencari lokasi wisata plus hunting foto di bawah pepohonan. Karena ada masih ada lokasi terdekat dari kota, yakni di hutan pinus tasnan. Bahkan pengunjung bisa menghabiskan waktu Sabtu dan Minggu dengan mengelar kemah di sana.

Pengembangan wisata dilahan Perhutani juga dilakukan di Kawah Wurung yang terus digarap dengan Pemkab. Selain itu juga ada puncak Megasari di Kecamatan Sempol, di mana aktifitas olahraga dirgantara paralayang dilakukan daripun-cak tersebut. Dia b eiharap masyarakat semakin peduli terhadap kelestarian hutan. Karena makin lestari, mereka juga makin diuntungkan.

Sementara Firman atlet sepeda Bondowoso, mengatakan untuklatihan rutin sepeda BMX sering di sirkuit dekat Stadion Magenda. Tapi untuk latihan sepeda di kawasan pepohonan Perhutani, baik di Tasnan dan depan SMK PPN Tegal Ampel menjadi selingan sekaligus re-ftesing. “Sepeda MTB, BMX, On Road juga pernah sepedaan di sana,” katanya.

Anik Sudartini, kepala SMK PPN Tegalampel mengaku pepohonan sono keling bertahun-tahun membuat sekolahnya itu rindang dan menghadirkan pemandangan menarik. Bahkan tak jarang kegiatan sekolah dilakukan di sana. “Share foto di sana, ada alumnus komentar seperti di Australia,” ungkapnya, (dwi/esb)

Sumber : Radar Jember, hal. 3 & 4
Tanggal : 11 November 2015

Share:
[addtoany]