"Loading..."

Sinergi, Sejumlah BUMN Teken MoU

MERAK – Menteri BUMN Dahlan Iskan terus mendorong sinergi perusahaan-perusahaan milik negara Melalui sinergi itu, sesama perusahaan pelat merah bisa saling memperkuat. Dahlan menyaksikan langsung penandatanganan nota kesepahaman (Mou) antara beberapa BUMN di atas kapal Portlink milik PT ASDP Indonesia Ferry, kemarin (10/6).

Ketika itu, Portlink melakukan perjalanan perdananya dari pelabuhan Merak, Banten menuju Bakauheni, Lampung dan kembali lagi ke Merak Di antara yang menandatangani MoU adalah PT Semen Indonesia (SI) dan PT Krakatau Steel (KS).

“Kalau saya mengunjungi KS, itu terasa sumpek karena tumpukan baja bekas. Bagaimana ini limbah nggak selesai-selesai,” kata Dahlan. Melalui sinergi BUMN, limbah itu akan dimanfaatkan oleh Semen Indonesia. Karena limbah baja tersebut bisa untuk bahan baku semen.
Dengan memanfaatkan limbah baja dari KS, Semen Indonesia dapat bertambah produksinya sebanyak 2 juta ton.

Menurut Dahlan, saat ini Semen Indonesia sudah menjadi produsen semen terbesar di Asia Tenggara. Apalagi nanti kapasitas produksinya bertambah 2 juta ton dari limbah baja, serta pabrik semen di Vietnam yang juga akan tambah kapasitasnya.”Sekarang Semen Indonesia akan beli lagi pabrik di Myanmar Dengan demikian akan betul-betul jadi raja di Asia Tengggara yang sulit dikejar;’ harap Dahlan.

Ke depan, KS dan Semen Indonesia men-galokasikan dana investasi Rp 310 miliar untuk membentuk perusahaan patungan yang akan memproduksi slag powder yaitu bahan baku pembuatan semen khusus dari limbah besi dan baja. Pembangunan mulai dilakukan juli 2013, dan ditargetkan beroperasi pada akhir 2014.

“Persiapan pembangunan pabrik sedang berlangsung di atas lahan 5 hektare milik Krakatau Steel di Cilegon, Banten,” kata Direktur Utama KS Irvan Kamal Hakim.

Direktur Utama Semen Indonesia Dwi Soetjipto mengatakan, pembangunan pabrik slag powder tersebut bagian dari diversikasi yang dapat meningkatkan kapasitas produksi.’

Selain itu, PT ASDP Indonesia Ferry berkerja sama dengan PT Industri Kapal Indonesia (IKI). Menurut Dahlan, BUMN produsen kapal ini sudah tiga tahun meninggal dunia, tapi belum benar-benar dikubur. “Kemudian tahun lalu kita coba bangunkan mayat itu, kemudian bisa hidup. Mudah-mudahan bisa betul-betul berjalan,” ujar Dahlan.

Sekarang, IKI yang lokasinya di Makassar tersebut sudah kebanjiran order. Begitu banyaknya order yang datang, sebagian terpaksa ditolak.

Mantan dirut PLN ini ingin melihat IKl jadi andalan di Indonesia timur. Melalui MoU ini, IKI akan membantu ASDP memperbaiki kapalnya Karena ASDP punya kapal banyak di Indonesia timur. Jangan sampai, kata Dahlan kapal yang menyeberangi laut di Indonesia timur ketika rusak harus dibawa ke Singapura dan Jakarta.

Kerja sama juga dilakukan Perum Perhutani dengan menggandeng PT Indra Karya (Persero) membangun gedung baru.

MoU diteken oleh Direktur Utama Perum Perhutani Bambang Sukmananto dan Direktur Utama Indra Karya Agus Widodo.

Mereka sepakat membangun dan mengelola gedung kantor pusat Perum Perhutani di Jakarta Perhutani juga MoU dengan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk pemanfaatan dan penyediaan layanan jasa perbankan di wilayah kerja Perhutani Nota kesepahaman diteken Dirut Perhutani Bambang Sumananto dan Dirut BRI Sofyan Basir.

Menteri BUMN Dahlan Iskan menambahkan bahwa Perhutani merupakan BUMN besar yang belum punya gedung sendiri.

Jamsostek juga menggandeng BRI dalam rangka penyebaran oulet lewat perjanjian kerja sama 500 unit JSPO (Jamsostek Service point service) di seluruh Indonesia ” Dengan PKS ini diharapkan juga terjadi perluasan bagi kepesertaan maupun bisnis Jamsostek,” ungkap Dirut Jamsostek Elvyn G. Masassya.
(dri/ers/vit/rko)

Sumber   :  Indopos hal. 5

Tanggal   :  11 Juni 2013

Share:
[addtoany]