"Loading..."

Tingkatkan Kualitas, Uji Mutu Getah di Hutan

2014-11-26-pkb-TPG

Dok.Kom-PHT/PKB @2014

PEKALONGAN, PERHUTANI (26/11) | Perhutani Pekalongan Barat dan Perhutani Kesatuan Bisnis Mandiri Gondorukem dan Terpentin I (KBM GT I) Pabrik Getah dan Terpentin (PGT) Winduaji bersama dengan adakan pengujian bersama mutu getah secara manual di Tempat Penimbunan Gerah (TPG) Tambakserang Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tambakserang, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bantarkawung.

Pengujian mutu getah ini di lakukan oleh tim penguji Perhutani Pekalongan Barat dan KBM GT I Winduaji, yang terdiri Teguh Pramono ; M. Ali Heriyanto dari Perhutani pekalongan Barat dan Trimo Daryanto dan Supriyono dari KBM GT I dengan disaksikan oleh Kaur Humas Tofikpurwa, dan Penguji Tk II Sail .
Diikuti 5 mandor Sadap/TPG, 2 orang perwakilan penyadap dan beberapa mandor Polter.
Administratur Perhutani Pekalongan Barat, A. Fadjar Agung Susetyo mengatakan bahwa maksud dan tujuan diadakan pengujian mutu getah secara manual ini untuk mengetahui kadar kotoran getah dengan melakukan uji mutu sehingga para mandor sadap atau mandor TPG dan penyadap tahu apa yang harus dilakukan dan untuk memperoleh getah dengan mutu getah baik.
Sementara Penguji Tk I Perhutani Pekalongan Barat, Teguh Pramono menyatakan bahwa Kegiatan uji mutu getah ini akan dilakukan di seluruh BKPH, setelah sebelumnya dilaksanakan di BKPH Salem.” Kata Teguh
Penguji Tk II dari KBM GT I – PGT Winduaji, Trimo Daryanto di dalam pengujian menerangkan, tahapan-tahapan pengujian untuk memperoleh getah kualitas/mutu prima
Dari hasil pengujian getah secara laborat (manual) di BKPH Bantarkawung diketahui dari 5 TPG yang diuji dapat disimpulkan hasil uji baik yakni sesuai standart.

Standart getah dikatakan kualitas 1 (mutu A) jika warna getah putih bening dan kadar kotorannya ? 14 %, kualitas II (mutu B) jika getah berwarna putih sampai keruh kecoklat-coklatan dan kadar kotorannya 14 < Kadar Air + Kadar Kotoran ? 18%.

Sedangkan untuk memperoleh getah premium diperlukan upaya-upaya perlakuan khusus sejak dari proses awal sadapan oleh penyadap dilapangan, dengan metode sadapan sesuai SOP yang berlaku di Perhutani, dan diperlukan kepedulian dari penyadap, mandor sadap , mandor TPG dan juga KRPH. @Kom-PHT/Pkb/tofikpurwa.

Editor  :  Dadang K Rizal

@copyright 2014

Share:
[addtoany]